proses pembuatan gerabah

Proses Pembuatan Gerabah

By ISI Denpasar on July 1st, 2010

Oleh: Drs. I Wayan Mudra, M.Sn.

Proses pembuatan gerabah pada dasarnya memiliki tahapan yang sama untuk setiap kriyawan. Demikian juga halnya dengan proses pembuatan gerabah yang dipasarkan di Bali, yang membedakan adalah perbedaan alat yang dipakai dalam proses pengolahan bahan dan proses pembentukan /perwujudan. Perbedaan alat merupakan salah satu faktor penyebab perbedaan kualitas akhir yang dicapai oleh masing-masing kriyawan. Misalnya dalam proses pembentukan badan gerabah dengan teknik putar, ada kriyawan yang menggunakan alat tradisional dengan tenaga gerak kaki atau tangan, sementara kriyawan yang sudah lebih maju ada menggunakan alat putar dengan tenaga listrik (electrick wheel). Kelebihan alat yang kedua dibandingkan yang pertama adalah lebih stabil dalam pengoperasiannya serta lebih efesien dalam waktu dan tenaga.  Perbedaan alat tersebut dapat dilihat pada contoh berikut.

Tahapan proses pembuatan gerabah  :

  1. a. Tahap persiapan

Dalam tahapan ini yang dilakukan kriyawan adalah :

1).     Mempersiapkan bahan baku tanah liat (clay) dan menjemur

2).     Mempersiapkan bahan campurannya

3).     Mempersiapkan alat pengolahan bahan.

  1. b. Tahap pengolahan bahan.

Pada tahapan ini bahan diolah sesuai dengan alat pengolahan bahan yang dimiliki kriyawan. Alat pengolahan bahan yang dimiliki masing-masing kriyawan gerabah dewasa ini banyak yang sudah mengalami kemajuan jika dilihat dari perkembangan teknologi yang menyertainya. Walaupun masih banyak kriyawan gerabah yang masih bertahan dengan peralatan tradisi dengan berbagai  pertimbangan dianggap masih efektif.  Pengolahan bahan ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengolahan bahan secara kering dan basah. Pada umumnya pengolahan bahan gerabah yang diterapkan kriyawan gerabah tradisional di Indonesia adalah pengolahan bahan secara kering. Teknik ini dianggap lebih efektif dibandingkan dengan pengolahan bahan secara basah, karena waktu, tenaga dan biaya yang diperlukan lebih lebih sedikit. Sedangkan pengolahan bahan dengan teknik basah biasanya dilakukan oleh kriyawan yang telah memiliki peralatan yang lebih maju. Karena pengolahan secara basah ini akan lebih banyak memerlukan peralatan dibandingkan dengan pengolahan secara kering. Misalnya : bak perendam tanah, alat pengaduk (mixer), alat penyerap air dan lain-lain.

Mengolah Tanah Liat / Lempung menjadi Bahan Gerabah / Keramik dengan Teknik Kering

Posted on February 3, 2012 by penanggungjawabruangku

Tanah liat yang digunakan untuk membuat benda keramik harus memenuhi persyaratan tertentu yaitu: plastis, homogen, bebas gelembung udara dan kotoran. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, proses pengolahan campuran berbagai jenis tanah liat perlu dilakukan secara cermat dan tepat karena hasil pengolahan akan berpengaruh pada proses selanjutnya. Pengolahan tanah liat ada dua macam, yaitu pengolahan dengan teknik basah dan teknik kering. Pengolahan tanah liat dengan teknik kering merupakan pengolahan yang sederhana untuk menghasilkan tanah liat siap pakai dalam jumlah kecil. Untuk jumlah yang besar pengolahan akan lebih efisien apabila menggunakan pengolahan teknik basah.

Proses pengolahan tanah liat kering dilakukan melalui tahap-tahap berikut :

1. Penjemuran

Bongkahan tanah dipecah-pecah hingga menjadi butir-butir yang lebih kecil, kemudian dijemur hingga kering secara merata.

Gambar  Menumbuk tanah liat dalam jumlah kecil

2. Penumbukan

Bahan tanah liat yang sudah kering ditumbuk sampai halus dengan mortar dan pestle atau alat penumbuk. Setelah ditumbuk tanah liat akan menjadi halus seperti tepung.

Gambar  menyaring dengan ukuran mesh yang dikehendaki (40-100 mesh)

3. Penyaringan

Hasil penumbukan tanah liat yang sudah halus disaring dengan menggunakan saringan mesh 50 atau jika menghendaki yang lebih halus lagi dapat menggunakan saringan dengan ukuran 70, 80 sampai 100. Butiran kasar yang tidak tersaring dapat ditumbuk dan disaring kembali.

4. Penimbangan

Penimbangan dilakukan untuk masing-masing jenis tanah liat sesuai persentase berat yang ditentukan. Tiap perbandingan campuran dicatat untk mengetahui perbandingan bahan yang dibutuhkan. Untuk menyiapkan satu jenis tanah liat, tepung tanah liat ditimbang untuk menentukan jumlah air yang diperlukan.

Gambar  mencampur dengan air yang mendapatkan tanah liat plastis

5. Pencampuran

Tanah liat yang sudah ditimbang dicampur dalam suatu wadah dengan cara diaduk. Tambahkan air sebanyak 30 – 40 % dari jumlah tanah liat kering. Penambahan air dilakukan sedikit demi sedikit dan merata sambil diaduk dan diremas-remas, sehingga kandungan air dalam tanah liat cukup dan siap untuk diuli.

6. Pengulian

Pengulian tanah liat dilakukan agar tanah liat menjadi plastis dan homogen, kemudian dibentuk menjadi bulatan-bulatan bola tanah liat.

7. Penyimpanan/Pemeraman

Bulatan-bulatan bola tanah liat disimpan dalam kantong plastik dan ditutup rapat selama kurang lebih 7 hari. Dalam proses ini terjadi proses fermentasi dari unsur-unsur organic yang dikandungnya, sehingga tanah liat menjadi lebih plastis.

Mempersiapkan Tanah Liat untuk Pengolahan Gerabah / Keramik

Posted on February 2, 2012 by penanggungjawabruangku

1. Persyaratan Tanah Liat

a. Plastisitas

Plastisitas tanah liat merupakan syarat utama yang harus dipenuhi agar mudah dibentuk. Hal ini terkait dengan fungsi plastisitas sebagai pengikat dalam proses pembentukan sehingga tidak mudah retak, berubah bentuk atau runtuh.

b. Homogen

Campuran masa tanah liat plastis harus homogen dalam arti plastisitasnya merata dan tidak ada yang keras atau lembek.

c. Bebas dari gelembung udara

Tanah liat harus terbebas dari gelembung udara, jika dalam tanah liat masih terdapat gelembung udara dapat menyebabkan kesulitan pada waktu proses pembentukan dan dapat menyebabkan retak atau pecah pada waktu proses pengeringan dan pembakaran.

d. Memiliki kemampuan bentuk

Tanah liat harus memiliki kemampuan bentuk yang berfungsi sebagai penyangga sehingga tidak mengalami perubahan bentuk pada waktu proses pembentukan atau setelah proses pembentukan selesai.

Pungulian

Proses pengulian tanah liat dimaksudkan agar tingkat keplastisan dan homogenitas merata serta bebas dari gelembung udara. Proses pengulian dapat dilakukan dengan gerakan spiral sebagai berikut:

1). Tanah liat diangkat ke atas kemudian ditekan ke bawah menggunakan telapak tangan, kemudian didorong ke depan.

2). Lakukan proses seperti di atas beberapa kali untuk memastikan bahwa keseluruhan tanah liat bercampur secara homogen.

3.) Tanah liat diangkat ke atas kemudian ditekan ke bawah menggunakan satu tangan secara terus menerus, cara ini menunjukkan gerakan pengulian spiral.

4). Pengulian silang merupakan cara terbaik untuk mencampur dua atau lebih tanah liat warna. Lakukan pengulian silang lapisan tanah liat yang mencampur dua atau lebih bahan yang berbeda. Lakukan pengulian dua tanah liat yang berbeda warna secara berulang-ulang hingga tercampur merata.

Setelah proses pengulian, untuk memastikan tanah liat telah homogen dan bebas dari gelembung udara maka dilakukan proses pengirisan/wedging.

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0
false

false
false
false

EN-US
X-NONE
AR-SA

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-ansi-language:EN-US;
mso-fareast-language:EN-US;}

Proses Pembuatan Gerabah

By ISI Denpasar on July 1st, 2010

Oleh: Drs. I Wayan Mudra, M.Sn.

Description: http://www.isi-dps.ac.id/wp-content/uploads/2010/06/pengeringan-gerabah-dengan-panas-matahari.jpgProses pembuatan gerabah pada dasarnya memiliki tahapan yang sama untuk setiap kriyawan. Demikian juga halnya dengan proses pembuatan gerabah yang dipasarkan di Bali, yang membedakan adalah perbedaan alat yang dipakai dalam proses pengolahan bahan dan proses pembentukan /perwujudan. Perbedaan alat merupakan salah satu faktor penyebab perbedaan kualitas akhir yang dicapai oleh masing-masing kriyawan. Misalnya dalam proses pembentukan badan gerabah dengan teknik putar, ada kriyawan yang menggunakan alat tradisional dengan tenaga gerak kaki atau tangan, sementara kriyawan yang sudah lebih maju ada menggunakan alat putar dengan tenaga listrik (electrick wheel). Kelebihan alat yang kedua dibandingkan yang pertama adalah lebih stabil dalam pengoperasiannya serta lebih efesien dalam waktu dan tenaga.  Perbedaan alat tersebut dapat dilihat pada contoh berikut.

Tahapan proses pembuatan gerabah  :

  1. a. Tahap persiapan

Dalam tahapan ini yang dilakukan kriyawan adalah :

1).     Mempersiapkan bahan baku tanah liat (clay) dan menjemur

2).     Mempersiapkan bahan campurannya

3).     Mempersiapkan alat pengolahan bahan.

  1. b. Tahap pengolahan bahan.

Pada tahapan ini bahan diolah sesuai dengan alat pengolahan bahan yang dimiliki kriyawan. Alat pengolahan bahan yang dimiliki masing-masing kriyawan gerabah dewasa ini banyak yang sudah mengalami kemajuan jika dilihat dari perkembangan teknologi yang menyertainya. Walaupun masih banyak kriyawan gerabah yang masih bertahan dengan peralatan tradisi dengan berbagai  pertimbangan dianggap masih efektif.  Pengolahan bahan ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengolahan bahan secara kering dan basah. Pada umumnya pengolahan bahan gerabah yang diterapkan kriyawan gerabah tradisional di Indonesia adalah pengolahan bahan secara kering. Teknik ini dianggap lebih efektif dibandingkan dengan pengolahan bahan secara basah, karena waktu, tenaga dan biaya yang diperlukan lebih lebih sedikit. Sedangkan pengolahan bahan dengan teknik basah biasanya dilakukan oleh kriyawan yang telah memiliki peralatan yang lebih maju. Karena pengolahan secara basah ini akan lebih banyak memerlukan peralatan dibandingkan dengan pengolahan secara kering. Misalnya : bak perendam tanah, alat pengaduk (mixer), alat penyerap air dan lain-lain.

 

 

 

Mengolah Tanah Liat / Lempung menjadi Bahan Gerabah / Keramik dengan Teknik Kering

Posted on February 3, 2012 by penanggungjawabruangku

Description: http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2012/02/tanah-liat-atau-lempung-yang-masih-metah.jpg?w=300&h=179Tanah liat yang digunakan untuk membuat benda keramik harus memenuhi persyaratan tertentu yaitu: plastis, homogen, bebas gelembung udara dan kotoran. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, proses pengolahan campuran berbagai jenis tanah liat perlu dilakukan secara cermat dan tepat karena hasil pengolahan akan berpengaruh pada proses selanjutnya. Pengolahan tanah liat ada dua macam, yaitu pengolahan dengan teknik basah dan teknik kering. Pengolahan tanah liat dengan teknik kering merupakan pengolahan yang sederhana untuk menghasilkan tanah liat siap pakai dalam jumlah kecil. Untuk jumlah yang besar pengolahan akan lebih efisien apabila menggunakan pengolahan teknik basah.

Proses pengolahan tanah liat kering dilakukan melalui tahap-tahap berikut :

1. Penjemuran

Bongkahan tanah dipecah-pecah hingga menjadi butir-butir yang lebih kecil, kemudian dijemur hingga kering secara merata.

Description: http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2012/02/gmbr-1.jpg?w=640Gambar  Menumbuk tanah liat dalam jumlah kecil

2. Penumbukan

Bahan tanah liat yang sudah kering ditumbuk sampai halus dengan mortar dan pestle atau alat penumbuk. Setelah ditumbuk tanah liat akan menjadi halus seperti tepung.

Description: http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2012/02/gmbr-2.jpg?w=640Gambar  menyaring dengan ukuran mesh yang dikehendaki (40-100 mesh)

3. Penyaringan

Hasil penumbukan tanah liat yang sudah halus disaring dengan menggunakan saringan mesh 50 atau jika menghendaki yang lebih halus lagi dapat menggunakan saringan dengan ukuran 70, 80 sampai 100. Butiran kasar yang tidak tersaring dapat ditumbuk dan disaring kembali.

4. Penimbangan

Penimbangan dilakukan untuk masing-masing jenis tanah liat sesuai persentase berat yang ditentukan. Tiap perbandingan campuran dicatat untk mengetahui perbandingan bahan yang dibutuhkan. Untuk menyiapkan satu jenis tanah liat, tepung tanah liat ditimbang untuk menentukan jumlah air yang diperlukan.

Description: http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2012/02/gmbr-3.jpg?w=640Gambar  mencampur dengan air yang mendapatkan tanah liat plastis

5. Pencampuran

Tanah liat yang sudah ditimbang dicampur dalam suatu wadah dengan cara diaduk. Tambahkan air sebanyak 30 – 40 % dari jumlah tanah liat kering. Penambahan air dilakukan sedikit demi sedikit dan merata sambil diaduk dan diremas-remas, sehingga kandungan air dalam tanah liat cukup dan siap untuk diuli.

6. Pengulian

Pengulian tanah liat dilakukan agar tanah liat menjadi plastis dan homogen, kemudian dibentuk menjadi bulatan-bulatan bola tanah liat.

7. Penyimpanan/Pemeraman

Bulatan-bulatan bola tanah liat disimpan dalam kantong plastik dan ditutup rapat selama kurang lebih 7 hari. Dalam proses ini terjadi proses fermentasi dari unsur-unsur organic yang dikandungnya, sehingga tanah liat menjadi lebih plastis.

 

 

Mempersiapkan Tanah Liat untuk Pengolahan Gerabah / Keramik

Posted on February 2, 2012 by penanggungjawabruangku

Description: http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2012/02/1.jpg?w=300&h=176

1. Persyaratan Tanah Liat

a. Plastisitas

Plastisitas tanah liat merupakan syarat utama yang harus dipenuhi agar mudah dibentuk. Hal ini terkait dengan fungsi plastisitas sebagai pengikat dalam proses pembentukan sehingga tidak mudah retak, berubah bentuk atau runtuh.

b. Homogen

Campuran masa tanah liat plastis harus homogen dalam arti plastisitasnya merata dan tidak ada yang keras atau lembek.

c. Bebas dari gelembung udara

Tanah liat harus terbebas dari gelembung udara, jika dalam tanah liat masih terdapat gelembung udara dapat menyebabkan kesulitan pada waktu proses pembentukan dan dapat menyebabkan retak atau pecah pada waktu proses pengeringan dan pembakaran.

d. Memiliki kemampuan bentuk

Tanah liat harus memiliki kemampuan bentuk yang berfungsi sebagai penyangga sehingga tidak mengalami perubahan bentuk pada waktu proses pembentukan atau setelah proses pembentukan selesai.

 

Pungulian

Proses pengulian tanah liat dimaksudkan agar tingkat keplastisan dan homogenitas merata serta bebas dari gelembung udara. Proses pengulian dapat dilakukan dengan gerakan spiral sebagai berikut:

Description: http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2012/02/2.jpg?w=6401). Tanah liat diangkat ke atas kemudian ditekan ke bawah menggunakan telapak tangan, kemudian didorong ke depan.

Description: http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2012/02/3.jpg?w=6402). Lakukan proses seperti di atas beberapa kali untuk memastikan bahwa keseluruhan tanah liat bercampur secara homogen.

Description: http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2012/02/4.jpg?w=249&h=3003.) Tanah liat diangkat ke atas kemudian ditekan ke bawah menggunakan satu tangan secara terus menerus, cara ini menunjukkan gerakan pengulian spiral.

Description: http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2012/02/5.jpg?w=6404). Pengulian silang merupakan cara terbaik untuk mencampur dua atau lebih tanah liat warna. Lakukan pengulian silang lapisan tanah liat yang mencampur dua atau lebih bahan yang berbeda. Lakukan pengulian dua tanah liat yang berbeda warna secara berulang-ulang hingga tercampur merata.

Setelah proses pengulian, untuk memastikan tanah liat telah homogen dan bebas dari gelembung udara maka dilakukan proses pengirisan/wedging.

 

 

 

 

Description: http://3.bp.blogspot.com/-XjjTy5p33RM/TsgBTDKjIpI/AAAAAAAAAEY/1pJb3v6IM2w/s1600/DSC_8086.JPG

Description: http://v-images2.antarafoto.com/gec/1299825914/kerajinan-gerabah-14.jpg

 

Description: http://3.bp.blogspot.com/-NPtUcSsurLc/TqZei9aYYMI/AAAAAAAABBQ/tVx1j2kZRsA/s1600/gerabah-kasongan.jpg

 

Description: http://nimadesriandani.files.wordpress.com/2011/03/gerabah-kasongan1.jpg

 

 

 

 

Description: http://1.bp.blogspot.com/_51Q0VhUn4k8/S9J0I96RgeI/AAAAAAAAAB8/oQ_sYQUJmfw/s1600/img_03241.jpg

 

Description: http://aanmamesa.files.wordpress.com/2012/07/keramik-kasongan.jpg

Description: http://2.bp.blogspot.com/-RWC6CjVYxtc/TsgA1v_p8YI/AAAAAAAAAEQ/EfPApkVloZc/s1600/DSC_8032.JPG

 

Description: http://tripholiday.net/images/uploads/clay-craft.jpg

Description: http://1.bp.blogspot.com/-R2y5am5CQC4/TqZejpB2lOI/AAAAAAAABBY/Ups_R3junCQ/s1600/keramik.jpg

 

Description: http://nimadesriandani.files.wordpress.com/2011/01/angsa-gerabah-kasongan.jpg

Description: http://ariesaksono.files.wordpress.com/2009/04/kasongan085.jpg

Description: http://www.presidenri.go.id/imageGalleryD.php/2475.jpg

Description: http://media1.id.88db.com/DB88UploadFiles/2009/03/16/EBC54E5D-DFE9-4E0C-A054-0AB10DDABAC7.jpg

Description: http://img3.tokobagus.com/90/13/9087133_17286541.jpg

Description: http://img3.tokobagus.biz/10/91/10485913_1728654_50090250c6add.jpg

Description: http://visijobs.com/resources/uploaded/gerabah.jpg

Description: http://img.allvoices.com/thumbs/event/609/480/62045377-guci-cotot.jpg

 

Description: http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTbUsfL_V8V2oc7o1lQZ7v7OfxN96NZGMsbUS-Sq-63XJoKYK3z5ZYZSM_D

Description: http://www.kratonpedia.com/data/user/Kasongan2/6.jpg

Description: http://matahatipottery.files.wordpress.com/2010/12/revolution-65-67.jpg

Description: http://img5.tokobagus.biz/97/26/9736265_1728654_4fdede6649a71.jpg

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s