lirik for the rest of my life

For The Rest Of my Life
Album : Thank You ALLAH
Munsyid : Maher Zain
http://liriknasyid.com

 

I praise Allah for sending me you my love
You found me home and sail with me
And I`m here with you
Now let me let you know
You`ve opened my heart
I was always thinking that love was wrong
But everything was changed when you came along
OOOOO
And theres a couple words I want to say

* Chorus:
For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Till the end of my time
I`ll be loving you.loving you
For the rest of my life
Thru days and night
I`ll thank Allah for open my eyes
Now and forever I…I`ll be there for you

I know that deep in my heart
I feel so blessed when I think of you
And I ask Allah to bless all we do
You`re my wife and my friend and my strength
And I pray we`re together eternally
Now I find myself so strong
Everything changed when you came along
OOOO
And theres a couple word I want to say

* Repeat Chorus
I know that deep in my heart now that you`re here
Infront of me I strongly feel love
And I have no doubt
And I`m singing loud that I`ll love you eternally

Posted in Uncategorized | Leave a comment

proses pembuatan gerabah

Proses Pembuatan Gerabah

By ISI Denpasar on July 1st, 2010

Oleh: Drs. I Wayan Mudra, M.Sn.

Proses pembuatan gerabah pada dasarnya memiliki tahapan yang sama untuk setiap kriyawan. Demikian juga halnya dengan proses pembuatan gerabah yang dipasarkan di Bali, yang membedakan adalah perbedaan alat yang dipakai dalam proses pengolahan bahan dan proses pembentukan /perwujudan. Perbedaan alat merupakan salah satu faktor penyebab perbedaan kualitas akhir yang dicapai oleh masing-masing kriyawan. Misalnya dalam proses pembentukan badan gerabah dengan teknik putar, ada kriyawan yang menggunakan alat tradisional dengan tenaga gerak kaki atau tangan, sementara kriyawan yang sudah lebih maju ada menggunakan alat putar dengan tenaga listrik (electrick wheel). Kelebihan alat yang kedua dibandingkan yang pertama adalah lebih stabil dalam pengoperasiannya serta lebih efesien dalam waktu dan tenaga.  Perbedaan alat tersebut dapat dilihat pada contoh berikut.

Tahapan proses pembuatan gerabah  :

  1. a. Tahap persiapan

Dalam tahapan ini yang dilakukan kriyawan adalah :

1).     Mempersiapkan bahan baku tanah liat (clay) dan menjemur

2).     Mempersiapkan bahan campurannya

3).     Mempersiapkan alat pengolahan bahan.

  1. b. Tahap pengolahan bahan.

Pada tahapan ini bahan diolah sesuai dengan alat pengolahan bahan yang dimiliki kriyawan. Alat pengolahan bahan yang dimiliki masing-masing kriyawan gerabah dewasa ini banyak yang sudah mengalami kemajuan jika dilihat dari perkembangan teknologi yang menyertainya. Walaupun masih banyak kriyawan gerabah yang masih bertahan dengan peralatan tradisi dengan berbagai  pertimbangan dianggap masih efektif.  Pengolahan bahan ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengolahan bahan secara kering dan basah. Pada umumnya pengolahan bahan gerabah yang diterapkan kriyawan gerabah tradisional di Indonesia adalah pengolahan bahan secara kering. Teknik ini dianggap lebih efektif dibandingkan dengan pengolahan bahan secara basah, karena waktu, tenaga dan biaya yang diperlukan lebih lebih sedikit. Sedangkan pengolahan bahan dengan teknik basah biasanya dilakukan oleh kriyawan yang telah memiliki peralatan yang lebih maju. Karena pengolahan secara basah ini akan lebih banyak memerlukan peralatan dibandingkan dengan pengolahan secara kering. Misalnya : bak perendam tanah, alat pengaduk (mixer), alat penyerap air dan lain-lain.

Mengolah Tanah Liat / Lempung menjadi Bahan Gerabah / Keramik dengan Teknik Kering

Posted on February 3, 2012 by penanggungjawabruangku

Tanah liat yang digunakan untuk membuat benda keramik harus memenuhi persyaratan tertentu yaitu: plastis, homogen, bebas gelembung udara dan kotoran. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, proses pengolahan campuran berbagai jenis tanah liat perlu dilakukan secara cermat dan tepat karena hasil pengolahan akan berpengaruh pada proses selanjutnya. Pengolahan tanah liat ada dua macam, yaitu pengolahan dengan teknik basah dan teknik kering. Pengolahan tanah liat dengan teknik kering merupakan pengolahan yang sederhana untuk menghasilkan tanah liat siap pakai dalam jumlah kecil. Untuk jumlah yang besar pengolahan akan lebih efisien apabila menggunakan pengolahan teknik basah.

Proses pengolahan tanah liat kering dilakukan melalui tahap-tahap berikut :

1. Penjemuran

Bongkahan tanah dipecah-pecah hingga menjadi butir-butir yang lebih kecil, kemudian dijemur hingga kering secara merata.

Gambar  Menumbuk tanah liat dalam jumlah kecil

2. Penumbukan

Bahan tanah liat yang sudah kering ditumbuk sampai halus dengan mortar dan pestle atau alat penumbuk. Setelah ditumbuk tanah liat akan menjadi halus seperti tepung.

Gambar  menyaring dengan ukuran mesh yang dikehendaki (40-100 mesh)

3. Penyaringan

Hasil penumbukan tanah liat yang sudah halus disaring dengan menggunakan saringan mesh 50 atau jika menghendaki yang lebih halus lagi dapat menggunakan saringan dengan ukuran 70, 80 sampai 100. Butiran kasar yang tidak tersaring dapat ditumbuk dan disaring kembali.

4. Penimbangan

Penimbangan dilakukan untuk masing-masing jenis tanah liat sesuai persentase berat yang ditentukan. Tiap perbandingan campuran dicatat untk mengetahui perbandingan bahan yang dibutuhkan. Untuk menyiapkan satu jenis tanah liat, tepung tanah liat ditimbang untuk menentukan jumlah air yang diperlukan.

Gambar  mencampur dengan air yang mendapatkan tanah liat plastis

5. Pencampuran

Tanah liat yang sudah ditimbang dicampur dalam suatu wadah dengan cara diaduk. Tambahkan air sebanyak 30 – 40 % dari jumlah tanah liat kering. Penambahan air dilakukan sedikit demi sedikit dan merata sambil diaduk dan diremas-remas, sehingga kandungan air dalam tanah liat cukup dan siap untuk diuli.

6. Pengulian

Pengulian tanah liat dilakukan agar tanah liat menjadi plastis dan homogen, kemudian dibentuk menjadi bulatan-bulatan bola tanah liat.

7. Penyimpanan/Pemeraman

Bulatan-bulatan bola tanah liat disimpan dalam kantong plastik dan ditutup rapat selama kurang lebih 7 hari. Dalam proses ini terjadi proses fermentasi dari unsur-unsur organic yang dikandungnya, sehingga tanah liat menjadi lebih plastis.

Mempersiapkan Tanah Liat untuk Pengolahan Gerabah / Keramik

Posted on February 2, 2012 by penanggungjawabruangku

1. Persyaratan Tanah Liat

a. Plastisitas

Plastisitas tanah liat merupakan syarat utama yang harus dipenuhi agar mudah dibentuk. Hal ini terkait dengan fungsi plastisitas sebagai pengikat dalam proses pembentukan sehingga tidak mudah retak, berubah bentuk atau runtuh.

b. Homogen

Campuran masa tanah liat plastis harus homogen dalam arti plastisitasnya merata dan tidak ada yang keras atau lembek.

c. Bebas dari gelembung udara

Tanah liat harus terbebas dari gelembung udara, jika dalam tanah liat masih terdapat gelembung udara dapat menyebabkan kesulitan pada waktu proses pembentukan dan dapat menyebabkan retak atau pecah pada waktu proses pengeringan dan pembakaran.

d. Memiliki kemampuan bentuk

Tanah liat harus memiliki kemampuan bentuk yang berfungsi sebagai penyangga sehingga tidak mengalami perubahan bentuk pada waktu proses pembentukan atau setelah proses pembentukan selesai.

Pungulian

Proses pengulian tanah liat dimaksudkan agar tingkat keplastisan dan homogenitas merata serta bebas dari gelembung udara. Proses pengulian dapat dilakukan dengan gerakan spiral sebagai berikut:

1). Tanah liat diangkat ke atas kemudian ditekan ke bawah menggunakan telapak tangan, kemudian didorong ke depan.

2). Lakukan proses seperti di atas beberapa kali untuk memastikan bahwa keseluruhan tanah liat bercampur secara homogen.

3.) Tanah liat diangkat ke atas kemudian ditekan ke bawah menggunakan satu tangan secara terus menerus, cara ini menunjukkan gerakan pengulian spiral.

4). Pengulian silang merupakan cara terbaik untuk mencampur dua atau lebih tanah liat warna. Lakukan pengulian silang lapisan tanah liat yang mencampur dua atau lebih bahan yang berbeda. Lakukan pengulian dua tanah liat yang berbeda warna secara berulang-ulang hingga tercampur merata.

Setelah proses pengulian, untuk memastikan tanah liat telah homogen dan bebas dari gelembung udara maka dilakukan proses pengirisan/wedging.

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0
false

false
false
false

EN-US
X-NONE
AR-SA

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-ansi-language:EN-US;
mso-fareast-language:EN-US;}

Proses Pembuatan Gerabah

By ISI Denpasar on July 1st, 2010

Oleh: Drs. I Wayan Mudra, M.Sn.

Description: http://www.isi-dps.ac.id/wp-content/uploads/2010/06/pengeringan-gerabah-dengan-panas-matahari.jpgProses pembuatan gerabah pada dasarnya memiliki tahapan yang sama untuk setiap kriyawan. Demikian juga halnya dengan proses pembuatan gerabah yang dipasarkan di Bali, yang membedakan adalah perbedaan alat yang dipakai dalam proses pengolahan bahan dan proses pembentukan /perwujudan. Perbedaan alat merupakan salah satu faktor penyebab perbedaan kualitas akhir yang dicapai oleh masing-masing kriyawan. Misalnya dalam proses pembentukan badan gerabah dengan teknik putar, ada kriyawan yang menggunakan alat tradisional dengan tenaga gerak kaki atau tangan, sementara kriyawan yang sudah lebih maju ada menggunakan alat putar dengan tenaga listrik (electrick wheel). Kelebihan alat yang kedua dibandingkan yang pertama adalah lebih stabil dalam pengoperasiannya serta lebih efesien dalam waktu dan tenaga.  Perbedaan alat tersebut dapat dilihat pada contoh berikut.

Tahapan proses pembuatan gerabah  :

  1. a. Tahap persiapan

Dalam tahapan ini yang dilakukan kriyawan adalah :

1).     Mempersiapkan bahan baku tanah liat (clay) dan menjemur

2).     Mempersiapkan bahan campurannya

3).     Mempersiapkan alat pengolahan bahan.

  1. b. Tahap pengolahan bahan.

Pada tahapan ini bahan diolah sesuai dengan alat pengolahan bahan yang dimiliki kriyawan. Alat pengolahan bahan yang dimiliki masing-masing kriyawan gerabah dewasa ini banyak yang sudah mengalami kemajuan jika dilihat dari perkembangan teknologi yang menyertainya. Walaupun masih banyak kriyawan gerabah yang masih bertahan dengan peralatan tradisi dengan berbagai  pertimbangan dianggap masih efektif.  Pengolahan bahan ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengolahan bahan secara kering dan basah. Pada umumnya pengolahan bahan gerabah yang diterapkan kriyawan gerabah tradisional di Indonesia adalah pengolahan bahan secara kering. Teknik ini dianggap lebih efektif dibandingkan dengan pengolahan bahan secara basah, karena waktu, tenaga dan biaya yang diperlukan lebih lebih sedikit. Sedangkan pengolahan bahan dengan teknik basah biasanya dilakukan oleh kriyawan yang telah memiliki peralatan yang lebih maju. Karena pengolahan secara basah ini akan lebih banyak memerlukan peralatan dibandingkan dengan pengolahan secara kering. Misalnya : bak perendam tanah, alat pengaduk (mixer), alat penyerap air dan lain-lain.

 

 

 

Mengolah Tanah Liat / Lempung menjadi Bahan Gerabah / Keramik dengan Teknik Kering

Posted on February 3, 2012 by penanggungjawabruangku

Description: http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2012/02/tanah-liat-atau-lempung-yang-masih-metah.jpg?w=300&h=179Tanah liat yang digunakan untuk membuat benda keramik harus memenuhi persyaratan tertentu yaitu: plastis, homogen, bebas gelembung udara dan kotoran. Untuk memenuhi persyaratan tersebut, proses pengolahan campuran berbagai jenis tanah liat perlu dilakukan secara cermat dan tepat karena hasil pengolahan akan berpengaruh pada proses selanjutnya. Pengolahan tanah liat ada dua macam, yaitu pengolahan dengan teknik basah dan teknik kering. Pengolahan tanah liat dengan teknik kering merupakan pengolahan yang sederhana untuk menghasilkan tanah liat siap pakai dalam jumlah kecil. Untuk jumlah yang besar pengolahan akan lebih efisien apabila menggunakan pengolahan teknik basah.

Proses pengolahan tanah liat kering dilakukan melalui tahap-tahap berikut :

1. Penjemuran

Bongkahan tanah dipecah-pecah hingga menjadi butir-butir yang lebih kecil, kemudian dijemur hingga kering secara merata.

Description: http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2012/02/gmbr-1.jpg?w=640Gambar  Menumbuk tanah liat dalam jumlah kecil

2. Penumbukan

Bahan tanah liat yang sudah kering ditumbuk sampai halus dengan mortar dan pestle atau alat penumbuk. Setelah ditumbuk tanah liat akan menjadi halus seperti tepung.

Description: http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2012/02/gmbr-2.jpg?w=640Gambar  menyaring dengan ukuran mesh yang dikehendaki (40-100 mesh)

3. Penyaringan

Hasil penumbukan tanah liat yang sudah halus disaring dengan menggunakan saringan mesh 50 atau jika menghendaki yang lebih halus lagi dapat menggunakan saringan dengan ukuran 70, 80 sampai 100. Butiran kasar yang tidak tersaring dapat ditumbuk dan disaring kembali.

4. Penimbangan

Penimbangan dilakukan untuk masing-masing jenis tanah liat sesuai persentase berat yang ditentukan. Tiap perbandingan campuran dicatat untk mengetahui perbandingan bahan yang dibutuhkan. Untuk menyiapkan satu jenis tanah liat, tepung tanah liat ditimbang untuk menentukan jumlah air yang diperlukan.

Description: http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2012/02/gmbr-3.jpg?w=640Gambar  mencampur dengan air yang mendapatkan tanah liat plastis

5. Pencampuran

Tanah liat yang sudah ditimbang dicampur dalam suatu wadah dengan cara diaduk. Tambahkan air sebanyak 30 – 40 % dari jumlah tanah liat kering. Penambahan air dilakukan sedikit demi sedikit dan merata sambil diaduk dan diremas-remas, sehingga kandungan air dalam tanah liat cukup dan siap untuk diuli.

6. Pengulian

Pengulian tanah liat dilakukan agar tanah liat menjadi plastis dan homogen, kemudian dibentuk menjadi bulatan-bulatan bola tanah liat.

7. Penyimpanan/Pemeraman

Bulatan-bulatan bola tanah liat disimpan dalam kantong plastik dan ditutup rapat selama kurang lebih 7 hari. Dalam proses ini terjadi proses fermentasi dari unsur-unsur organic yang dikandungnya, sehingga tanah liat menjadi lebih plastis.

 

 

Mempersiapkan Tanah Liat untuk Pengolahan Gerabah / Keramik

Posted on February 2, 2012 by penanggungjawabruangku

Description: http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2012/02/1.jpg?w=300&h=176

1. Persyaratan Tanah Liat

a. Plastisitas

Plastisitas tanah liat merupakan syarat utama yang harus dipenuhi agar mudah dibentuk. Hal ini terkait dengan fungsi plastisitas sebagai pengikat dalam proses pembentukan sehingga tidak mudah retak, berubah bentuk atau runtuh.

b. Homogen

Campuran masa tanah liat plastis harus homogen dalam arti plastisitasnya merata dan tidak ada yang keras atau lembek.

c. Bebas dari gelembung udara

Tanah liat harus terbebas dari gelembung udara, jika dalam tanah liat masih terdapat gelembung udara dapat menyebabkan kesulitan pada waktu proses pembentukan dan dapat menyebabkan retak atau pecah pada waktu proses pengeringan dan pembakaran.

d. Memiliki kemampuan bentuk

Tanah liat harus memiliki kemampuan bentuk yang berfungsi sebagai penyangga sehingga tidak mengalami perubahan bentuk pada waktu proses pembentukan atau setelah proses pembentukan selesai.

 

Pungulian

Proses pengulian tanah liat dimaksudkan agar tingkat keplastisan dan homogenitas merata serta bebas dari gelembung udara. Proses pengulian dapat dilakukan dengan gerakan spiral sebagai berikut:

Description: http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2012/02/2.jpg?w=6401). Tanah liat diangkat ke atas kemudian ditekan ke bawah menggunakan telapak tangan, kemudian didorong ke depan.

Description: http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2012/02/3.jpg?w=6402). Lakukan proses seperti di atas beberapa kali untuk memastikan bahwa keseluruhan tanah liat bercampur secara homogen.

Description: http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2012/02/4.jpg?w=249&h=3003.) Tanah liat diangkat ke atas kemudian ditekan ke bawah menggunakan satu tangan secara terus menerus, cara ini menunjukkan gerakan pengulian spiral.

Description: http://ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com/2012/02/5.jpg?w=6404). Pengulian silang merupakan cara terbaik untuk mencampur dua atau lebih tanah liat warna. Lakukan pengulian silang lapisan tanah liat yang mencampur dua atau lebih bahan yang berbeda. Lakukan pengulian dua tanah liat yang berbeda warna secara berulang-ulang hingga tercampur merata.

Setelah proses pengulian, untuk memastikan tanah liat telah homogen dan bebas dari gelembung udara maka dilakukan proses pengirisan/wedging.

 

 

 

 

Description: http://3.bp.blogspot.com/-XjjTy5p33RM/TsgBTDKjIpI/AAAAAAAAAEY/1pJb3v6IM2w/s1600/DSC_8086.JPG

Description: http://v-images2.antarafoto.com/gec/1299825914/kerajinan-gerabah-14.jpg

 

Description: http://3.bp.blogspot.com/-NPtUcSsurLc/TqZei9aYYMI/AAAAAAAABBQ/tVx1j2kZRsA/s1600/gerabah-kasongan.jpg

 

Description: http://nimadesriandani.files.wordpress.com/2011/03/gerabah-kasongan1.jpg

 

 

 

 

Description: http://1.bp.blogspot.com/_51Q0VhUn4k8/S9J0I96RgeI/AAAAAAAAAB8/oQ_sYQUJmfw/s1600/img_03241.jpg

 

Description: http://aanmamesa.files.wordpress.com/2012/07/keramik-kasongan.jpg

Description: http://2.bp.blogspot.com/-RWC6CjVYxtc/TsgA1v_p8YI/AAAAAAAAAEQ/EfPApkVloZc/s1600/DSC_8032.JPG

 

Description: http://tripholiday.net/images/uploads/clay-craft.jpg

Description: http://1.bp.blogspot.com/-R2y5am5CQC4/TqZejpB2lOI/AAAAAAAABBY/Ups_R3junCQ/s1600/keramik.jpg

 

Description: http://nimadesriandani.files.wordpress.com/2011/01/angsa-gerabah-kasongan.jpg

Description: http://ariesaksono.files.wordpress.com/2009/04/kasongan085.jpg

Description: http://www.presidenri.go.id/imageGalleryD.php/2475.jpg

Description: http://media1.id.88db.com/DB88UploadFiles/2009/03/16/EBC54E5D-DFE9-4E0C-A054-0AB10DDABAC7.jpg

Description: http://img3.tokobagus.com/90/13/9087133_17286541.jpg

Description: http://img3.tokobagus.biz/10/91/10485913_1728654_50090250c6add.jpg

Description: http://visijobs.com/resources/uploaded/gerabah.jpg

Description: http://img.allvoices.com/thumbs/event/609/480/62045377-guci-cotot.jpg

 

Description: http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTbUsfL_V8V2oc7o1lQZ7v7OfxN96NZGMsbUS-Sq-63XJoKYK3z5ZYZSM_D

Description: http://www.kratonpedia.com/data/user/Kasongan2/6.jpg

Description: http://matahatipottery.files.wordpress.com/2010/12/revolution-65-67.jpg

Description: http://img5.tokobagus.biz/97/26/9736265_1728654_4fdede6649a71.jpg

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

about haji….

Pengertian Haji dan Umroh

Pengertian Haji

Haji adalah salah satu rukun Islam yang lima. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim yang mampu secara material, fisik, maupun keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan yaitu pada bulan Dzulhijjah.

Secara estimologi (bahasa), Haji berarti niat (Al Qasdu), sedangkan menurut syara’ berarti Niat menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus.Temat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi diatas adalah selain Ka’bah dan Mas’a (tempat sa’i), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh).

Sedangkan yang dimaksud dengan waktu tertentu adalah bulan-bulan haji yaitu dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Amalan ibadah tertentu ialah thawaf, sa’i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumroh, dan mabit di Mina.

Pengertian Umroh

Umrah adalah berkunjung ke Ka’bah untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan. Umroh disunahkan bagi muslim yang mampu. Umroh dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada hari Arafah yaitu tgl 10 Zulhijah dan hari-hari Tasyrik yaitu tgl 11,12,13 Zulhijah. Melaksanakan Umroh pada bulan Ramadhan sama nilainya dengan melakukan Ibadah Haji (Hadits Muslim) [Kembali ke Menu]
Jenis-jenis Haji

Haji Ifrad, artinya menyendiri

Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad jika sesorang melaksanakan ibadah haji dan umroh dilaksanakan secara sendiri-sendiri, dengan mendahulukan ibadah haji. Artinya, ketika calon jamaah haji mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya berniat melaksanakan ibadah haji. Jika ibadah hajinya sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah umroh.

Haji Tamattu’, artinya bersenang-senang

Pelaksanaan ibadah haji disebut Tamattu’ jika seseorang melaksanakan ibadah umroh dan Haji di bulan haji yang sama dengan mendahulukan ibadah Umroh. Artinya, ketika seseorang mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya berniat melaksanakan ibadah Umroh. Jika ibadah Umrohnya sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah Haji.

Tamattu’ dapat juga berarti melaksanakan ibadah Umroh dan Haji didalam bulan-bulan serta didalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.

Haji Qiran, artinya menggabungkan

Pelaksanaan ibadah Haji disebut Qiran jika seseorang melaksanakan ibadah Haji dan Umroh disatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji Qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama. [Kembali ke Menu]

Rukun dan Wajib Haji

Rukun haji :

   1. Ihram
   2. Thawaf Ziyarah (disebut juga dengan Thawaf Ifadhah)
   3. Sa’ie
   4. Wuquf di padang Arafah

Apabila salah satu rukun haji di atas tidak dilaksanakan maka hajinya batal. Sedangkan Abu Hanifah berpendapat bahwa rukun haji hanya ada 2 yaitu: Wuquf dan Thawaf. Ihram dan Sa’I tidak dimasukkan ke dalam rukun karena menurut beliau, ihram adalah syarat sah haji dan sa’I adalah yang wajib dilakukan dalam haji (wajib haji). Sementara Imam syafi’ie berpendapat bahwa rukun haji ada 6 yaitu: Ihram, Thawaf, Sa’ie, Wuquf, Mencukur rambut, dan Tertib berurutan).(Kitabul Fiqh Ala Madzhabil Arba’ah 1/578).

Wajib Haji

   1. Iharam dimulai dari miqat yang telah ditentukan
   2. Wuquf di Arafah sampai matahari tenggelam
   3. Mabit di Mina
   4. Mabit di Muzdalifah hingga lewat setengah malam
   5. Melempar jumrah
   6. Mencukur rambut
   7. Tawaf Wada’

Syarat-syarat Wajib Haji

   1. Islam
   2. Berakal
   3. Baligh
   4. Mampu

[Kembali ke Menu]

Mewakilkan Seseorang Untuk Berhaji

Tidak boleh bagi seseorang berhaji untuk orang lain kecuali setelah ia berhaji untuk dirinya sendiri. Rasulullah bersabda: Berhajilah untuk dirimu sendiri, kemudian engkau berhaji untuknya. [Kembali ke Menu]

Haji Bagi Anak-anak yang belum Baligh

Tidaklah wajib bagi anak-anak untuk berhaji kecuali ia telah baligh. Namun jika ia telah berhaji maka hajinya sah sebagaimana yang telah diriwayatkan Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah r berjumpa dengan seorang berkendaraan dikawasan Ar-Rauha beliau bersabda: Siapakah kalian? Mereka menjawab: Kami orang-orang muslim, mereka balik bertanya: Siapa anda? Beliau menjawab: Saya Rasul Allah. Lalu ada seorang anak gadis yang masih kecil bertanya: Apakh ini yang disebut haji? Beliau menjawab: Ya dan bagimu pahala (HR. Ahmad, Muslim, Abu Daud, dan An Nasa dishahihkan oleh At Tirmidzi). [Kembali ke Menu]

Rangkaian Ibadah Haji dan Umroh:

Rangkaian kegiatan ibadah Haji

   1. Sebelum tanggal 8 Dzulhijjah, calon jamaah haji mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.
   2. Calon jamaah haji memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), sesuai miqatnya, kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka..
   3. Tanggal 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua calon jamaah haji menuju ke padang Arafah untuk menjalankan ibadah wukuf. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang Arafah hingga Maghrib datang.
   4. Tanggal 9 Dzulhijjah malam, jamaah menuju ke Muzdalifah untuk mabbit (bermalam) dan mengambil batu untuk melontar jumroh secukupnya.
   5. Tanggal 9 Dzulhijjah tengah malam (setelah mabbit) jamaah meneruskan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan ibadah melontar Jumroh
   6. Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah melaksanakan ibadah melempar Jumroh sebanyak tujuh kali ke Jumroh Aqobah sebagai simbolisasi mengusir setan. Dilanjutkan dengan tahalul yaitu mencukur rambut atau sebagian rambut.
   7. Jika jamaah mengambil nafar awal maka dapat dilanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram untuk Tawaf Haji (menyelesaikan Haji)
   8. Sedangkan jika mengambil nafar akhir jamaah tetap tinggal di Mina dan dilanjutkan dengan melontar jumroh sambungan (Ula dan Wustha).
   9. Tanggal 11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  10. Tanggal 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  11. Jamaah haji kembali ke Makkah untuk melaksanakan Thawaf Wada’ (Thawaf perpisahan) sebelum pulang ke negara masing-masing

[Kembali ke Menu]

Rangkaian Kegiatan Ibadah Umrah

   1. Diawali dengan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
   2. mengenakan pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.
   3. Niat umrah dalam hati dan mengucapkan Labbaika ‘umrotan atau Labbaikallahumma bi’umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka.
   4. Sesampai Masjidil Haram menuju ka’bah, lakukan thawaf sebanyak 7 kali putaran.3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan ka’bah dijadikan berada di sebelah kiri. Setiap putaran menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata Allahu akbar.
   5. Shalat 2 raka’at di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surat Al-Kafirun pada raka’at pertama dan Al-Ikhlas pada raka’at kedua.
   6. Selanjutnya Sa’i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya’aairillah. Abda’u bima bada’allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa’dahu wa shodaqo ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sekehendaknya. Sa’i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
   7. Mencukur rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.
   8. Ibadah Umroh selesai

[Kembali ke Menu]

Persiapan Ibadah Haji

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum menunaikan ibadah Haji

   1. Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan baik langsung kepada Allah SWT. maupun kepada sesama manusia.
   2. Karena ibadah Haji adalah ibadah fisik, maka perlu mempersiapkan mental untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji yang memerlukan stamina tinggi, keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah SWT.
   3. Mempersiapkan biaya, baik selama dalam perjalanan haji, maupun untuk nafkah keluarg yang ditinggalkan.
   4. Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan harta kekayaan, seperti zakat, nadzar, hutang, infaq dan shadaqah.
   5. Melaksanakan janji yang pernah diucapkan.
   6. Menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan keluarga yang akan ditinggalkan.7. Memohon do’a restu kepada kedua orang tua (jika masih hidup)
   7. Mempersiapkan ilmu dan pengetahuan agama, dan mengikuti kegiatan manasik haji.
   8. Mempersiapkan obat-obatan pribadi selama menjalankan ibadah haji.
   9. Mempersiapkan beberapa perlengkapan untuk keperluan selama perjalanan ibadah Haji:

Perlengkapan Pria

   1. Kain Ihram dua stel
   2. Baju sehari-hari secukupnya
   3. Ikat pinggang
   4. Keperluan mandi

Perlengkapan Wanita

   1. Mukena minimal 2 buah
   2. Pakaian ihram (rok putih dan mukena atas putih) 2 set
   3. Pakaian sehari-hari secukupnya
   4. Kaos kaki secukupnya

Perlengkapan untuk Pria dan Wanita

   1. Pakaian penghangat
   2. Selimut
   3. Sandal jepit
   4. Sepatu sandal atau sendal gunung
   5. Obat-obatan pribadi
   6. Gunting kecil utk Tahallul
   7. Payung
   8. Senter kecil (untuk penerangan saat mengambil batu di Musdalifah)
   9. Kantong kecil untuk menyimpan batu kerikil persiapan melempar jumroh
  10. Kantong sandal untuk tempat sandal saat di Masjid
  11. Pelembab atau cream, gunakan untuk tangan dan kaki
  12. Biaya untuk dam, kurban dsb.

[Kembali ke Menu]

Lokasi Utama Ibadah Haji dan Umroh

Makkah Al Mukaromah

Di kota Makkah Al-Mukaromah inilah terdapat Masjidil Haram yang didalamnya terdapat Ka’bah yang merupakan kiblat ibadah umat Islam sedunia. Dalam rangkaian perjalanan ibadah haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah haji.

Padang Arafah

Padang Arafah terdapat di sebelah timur Kota Makkah. Padang Arafah dikenal sebagai tempat pusatnya haji, sebagai tempat pelaksanaan ibadah wukuf yang merupakan rukun haji. Di Padang Arafah juga terdapat Jabal Rahmah tempat pertama kali pertemuan Nabi Adam dan Hawa. Di luar musim haji, daerah ini tidak dipakai.

Kota Muzdalifah

Kota ini tidak jauh dari kota Mina dan Arafah Mota Muzdalifah merupakan tempat jamaah calon haji melakukan Mabit (bermalam) dan mengambil batu untuk melontar Jumroh di Kota Mina.

Kota Mina

Kota Mina merupakan tempat berdirinya tugu (jumrah), yaitu tempat pelaksanaan melontarkan batu ke tugu (jumrah) sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim ketika mengusir setan. Disana terdapat tiga jumrah yaitu jumrah Aqabah, Jumrah Ula, dan Jumrah Wustha. [Kembali ke Menu]

Posted in Uncategorized | Leave a comment

seni rupa

BAB V

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SENI RUPA

 

 

Isi pembelajaran seni rupa mencangkup apresiasi seni rupa dan mengekspresikan diri melalui kegiatan berkarya seni rupa. Guna mendukung agar guru bisa melaksanakan pembelajaran tersebut diperlukan wawasan umum tentang seni rupa dan bagaimana mengembangkan bahan ajarnya. Untuk itu guru perlu memahami, antara lain: pengertian seni rupa, jenis-jenis karya seni rupa, serta hal hal yang menyangkut analisa keindahan dan keunikan seni rupa. Disamping itu guru perlu memahami prosedur apresiasi seni baik berkaitan dengan apresiasi seni rupa terapan maupun apresiasi seni rupa murni agar bisa membimbing siswa melakukan kegiatan apresiasi seni rupa.

Sedangkan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran berkarya seni rupa guru perlu memahami wawasan berkarya seni rupa, antara lain: bahan, alat, unsur, dan prinsip-prinsip seni rupa. Disamping itu guru juga perlu menguasai prosedur berkarya seni rupa baik seni rupa terapan maupun seni rupa murni agar bisa membimbing kegiatan berkarya seni rupa. Hasil karya seni yang dibuat tersebut perlu ditindaklanjuti dengan kegiatan merancang dan menyajikan dalam sebuah pameran. Oleh karena itu guru juga perlu memahami bagaimana merancang dan melaksanakan pameran karya seni rupa.

Setelah mempelajari bab 4, anda diharapkan dapat:

  1. mengembangkan bahan ajar apresiasi dan berkarya seni rupa;
  2. menjelaskan prosedur apresiasi  dan berkarya seni rupa;
  3. melakukan  kegiatan apresiasi dan berkarya seni rupa sesuai dengan karakteristik siswa; dan
  4. merancang penyelenggaraan pameran seni rupa.
  5. Wawasan Seni Rupa

Bahan ajar pendalaman materi yang disajikan dalam buku ini masih terbatas, untuk itu guru perlu mengembangkan sendiri lebih lanjut. Secara garis besar jenis bahan ajar seni rupa dapat digolongkan menjadi seni rupa terapan (karya seni kriya dan desain) dan seni rupa murni. Masing-masing golongan seni tersebut dapat dijabarkan berdasarkan wilayah budaya meliputi: lokal/setempat, nusantara dan mancanegara. Berdasarkan coraknya meliputi: primitif, tradisional, klasik, modern dan kontemporer.

  1. Pengertian Seni Rupa

Seni adalah aktivitas manusia untuk mengungkapkan pengalaman estetis ke dalam wujud lahiriah dengan tata susunan unsur yang indah, sehingga dapat menimbulkan pengalaman baru bagi orang lain. Pengalaman estetik tersebut dapat disalurkan ke dalam berbagai media yang salah satunya adalah media seni rupa. Seni rupa adalah jenis seni yang menggunakan media atau unsur rupa (visual) atau unsur-unsur yang dapat diindera oleh mata. Ciri lain seni rupa adalah dapat diraba, misalnya karya seni patung. Seni rupa dikatakan berorientasi pada produk, karena itu karya seni rupa dapat dinikmati dalam jangka waktu yang lama atau berulang-ulang.

Seni rupa dapat dibedakan dalam berbagai klasifikasi. Berdasarkan demensinya, seni rupa dibagi menjadi karya seni rupa dua demensi (dwi matra) dan karya seni rupa tiga demensi (tri matra). Berdasarkan fungsinya dibedakan atas seni rupa murni (fine art) dan seni rupa terapan (applied art). Berdasarkan corak atau alirannya, dibedakan atas seni rupa tradisional dan seni rupa modern, atau seni rupa representatif dan seni rupa non-representatif.

2. Jenis-Jenis Karya Seni Rupa

Jenis karya seni rupa memiliki cakupan yang luas. Dalam buku ini akan dikaji beberapa jenis karya seni rupa yang bisa dijadikan acuan dalam melaksanakan pembelajaran seni rupa di SMP/MTs.

a. Gambar

Gambar adalah seni yang menggunakan medium garis sebagai unsur utamanya dan termasuk karya seni rupa dua demensi. Gambar biasanya berfungsi sebagai media membabarkan ide secara rasional, merekan peristiwa, hingga untuk kebutuhan ekspresi. Berbagai peristiwa dapat kita transfer ke dalam gambar, seperti keramaian pasar, kesibukan di terminal, suasana kebun binatang dan sebagainya.  Begitu pula benda perabot rumah tangga, objek manusia, binatang dan sebagainya dapat direkam dalam gambar.

Wujud gambar dapat dihasilkan dengan menggunakan berbagai media dan teknik. Gambar dapat dihasilkan dengan menggunakan media kertas. Alat yang bisa digunakan meliputi: arang, pensil konte, crayon, pastel, kapur, cat air, cat poster, tinta. Teknik menggambar bisa dengan goresan, pointilis, arsir, maupun dioleskan. Penggunaan berbagai media dan teknik dapat menghasilkan berbagai jenis gambar. Berikut beberapa penjelasan singkat tentang berbagai jenis gambar.

Gambar teknik, adalah gambar yang digunakan untuk rancangan bidang teknik, misalnya arsitektur atau permesinan. Pada gambar teknik ini digunakan gambar proyeksi dan perspektif. Gambar proyeksi dimanfaatkan untuk menampilkan  gambar benda dari berbagai pandangan atau tampak gambar depan, samping dan atas. Sementara gambar perspektif digunakan untuk menampilkan kesan tiga demensi  suatu benda dari suatu sudut pandang tertentu.

Gambar ilustrasi, yaitu gambar yang digunakan untuk kepentingan penjelasan suatu tulisan atau karangan. Gambar ilustrasi dapat menyertai suatu cerita. Gambar ilustrasi juga dapat tampil secara dominan dan tulisan hanya sebagai bagian yang memperjelas seperti pada komik. Gambar ilustrasi bisa tampil secara realistik atau dengan penyimpangan. Tampil secara realistik artinya gambar seperti kenyataan yang dapat dilihat kesesuaiannya dengan kenyataan. Dengan penyimpangan artinya gambar ilustrasi menampilkan gambar yang lucu tidak sesuai dengan kenyataan seperti gambar kartun. Gambar yang juga lucu tapi mengandung makna sindiran disebut karikatur.

Gambar bentuk yaitu gambar yang menunjukkan obyek yang realistik. Artinya gambar tersebut menampakkan seperti kenyataan, seakan-akan wungkul, dan tampak meruang. Objek gambar bentuk dapat diambilkan dari benda-benda alamiah dan/atau benda-benda budaya yang memiliki bentuk spesifik. Objek benda-benda alamiah seperti: seperti gambar ember, kursi, botol, cangkir dan sebagainya dapat disusun secara artistik untuk digambar. Benda-benda budaya seperti: topeng, anyaman, keramik dan sebagainya.Benda-benda tersebut dapat digolongkan ke bentuk geometrik dan non-geometrik. Untuk menghasilkan gambar bentuk bisa dilakukan dengan cara melihat langsung benda atau dengan cara mengangankan benda yang pernah dilihat.

Gambar Ornamen  yaitu gambar yang digunakan sebagai hiasan. Biasanya terdiri dari motif-motif garis, dan isian-isian berbentuk ragam hias. Misalnya hiasan tepi, hiasan sudut, dan sebagainya. Gambar ornamen juga bisa digunakan untuk mendekorasi benda. Apakah benda kecil  atau besar seperi almari, kotak perhiasan , dinding, tegel, pintu dan sebagainya.

Gambar  Sket yaitu gambar yang digunakan untuk merekam keadaan, atau bantuan awal untuk rancangan melukis dan mematung. Bentuk gambar sket ini sangat sederhana karena hanya memunculkan goresan-goresan yang mewakili obyek  dalam bentuk garis sederhana. Gambar sket yang bisa mewadahi sebagai media untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan secara pribadi sudah dapat dikategorikan sebagai karya seni sebagaimana lukisan. Gambar yang demikian biasa disebut sebagai sketsa.

b. Seni Lukis

Seni lukis tergolong seni rupa dua demensi yang unsur utamanya adalah warna. Seni lukis dapat dikatakan sebagai media untuk mengungkapkan pengalaman batiniah seniman. Oleh karena itu hasil karya seni lukis biasa bersifat pribadi. Media dan teknik untuk melukis antara lain dapat menggunakan: kanvas, cat air, cat minyak, cat acrilik, pewarna batik, kolase, grafis seni, grafis komputer dan sebagainya. Objek lukisan bisa berupa objek alam maupun objek non-alam.  Berdasarkan objek yang dilukis dihasilkan berbagai jenis lukisan antara lain: lukisan pemandangan alam (landscape), lukisan alam benda (still life), lukisan potret, lukisan lingkungan hidup, binatang dan manusia, serta  lukisan abstrak. Dalam sejarah seni lukis dikenal berbagai macam aliran, antara lain: lukisan primitifisme, naturalisme, realisme, surealisme, klasikisme, romantisme, impresio-nisme, kubisme, ekspresionisme, dadaisme dan sebagainya.

c. Seni Patung

Patung adalah karya seni rupa tiga dimensi dengan unsur utamanya adalah masa atau ruang.  Media untuk membuat patung dapat berupa:  kayu, batu, tanah liat, semen pasir, logam, fiber dan sebagainya. Patung dapat dibuat dengan menggunakan berbagai teknik yaitu: modeling, pahat, cor dan konstruksi. Teknik modeling disebut juga dengan teknik membutsir, membentuk atau menguli. Teknik ini biasa menggunakan bahan yang lembek seperti tanah liat / teracota. Teknik pahat (carving), prinsipnya pematung mengurangi bahan (substractive) yang akan dijadikan patung. Bahan yang bisa digunakan antara lain: batu, kayu atau gibs. Teknik cor (casting) biasanya menggunakan cetakan, prinsipnya pematung menggunakan bahan cair pada waktu proses pembuatan, kemudian bahan tersebut akan beku dalam waktu tertentu. Sedangkan bahan yang bisa dipakai antara lain: logam, bahan keramik, gibs, fiber glass, maupun plastik. Sedangkan teknik konstruksi adalah cara pembuatan patung dengan cara menyusun, mengkonstruksi, merangkai dan membangun komponen komponen bahan yang terpisah-pisah untuk dijadikan satu. Teknik perakitan secara khusus disebut assembling. Teknik konstruksi yang menghasilkan patung dengan cara digantung dan bisa bergerak disebut mobile design.

d. Seni Grafis

Seni grafis adalah  karya seni rupa yang dihasilkan dengan cara dicetak/ direproduksi. Artinya karya tersebut dapat dibuat secara berulang menggunakan cetakan. Teknik yang lazim digunakan adalah cetak tinggi, cetak datar, cetak dalam, cetak saring dan cetak film. Istilah tersebut dipakai sesuai dengan prinsip pencetakannya.  Seni grafis dapat dimanfaatkan untuk membuat karya grafis terapan seperti: cover buku, pencetakan katalog, pencetakan kemasan produk mulai produk mainan, makanan, barang-barang industri dan sebagainya. Disamping itu juga bisa dimanfaatkan untuk membuat karya grafis yang sifatnya murni digunakan oleh seniman untuk mengekspresikan gagasannya.

e. Desain Grafis

Desain grafis merupakan jenis karya seni rupa terapan yang digunakan untuk menawarkan produk, jasa atau menyampaikan informasi kepada khalayak. Desain grafis dalam dunia perdagangan disebut reklame. Jenis grafis reklame antara lain: poster, spanduk, baliho, kemasan, logo, brosu, katalog, etalase dan sebagainya.

f. Seni Kerajinan dan Seni Kriya 

Seni kerajinan dan seni kriya biasa diidektikkan dengan keterampilan tangan. Namun kedua istilah tersebut sering dipisahkan pengertiannya. Seni kerajinan merupakan produk yang berkembang dikalangan rakyat, mengutamakan fungsi, dan diproduksi secara masal. Sementara itu seni kriya berkembang di lingkungan istana dengan penciptanya adalah seniman, mengutamakan estetis, dan tidak diproduksi masal. Berdasarkan bahan yang dipakai penggolongan seni kerajinan meliputi: kayu, tanah liat, bambu, mendong, rotan, kulit, logam dan sebagainya. Berdasarkan teknik yang digunakan, seni kerajinan bisa digolongkan antara lain kerajinan: ukir, keramik, tenun, anyam, batik, sulam dan sebagainya.

g. Seni Instalasi

Seni instalasiadalah fenomena penggunaan berbagai media dalam berkarya seni. Seni instalasi juga karena diilhami dari seni lingkungan (environmental art) yang memberi keleluasaan  penikmat untuk masuk dan terlibat dalam karya seni itu sendiri. Seni instalasi bertema kritik sosial dan lingkungan. Performance art juga merupakan fenomena masa kini yang menggunakan berbagai media dalam seni rupa, musik, tari, sastra dan drama. Penggunaan multi media dalam seni rupa juga berkembang dalam desain komputer grafis.

3. Unsur-Unsur Seni Rupa

a. Garis

Garis dikatakan sebagai unsur yang paling elementer di bidang seni rupa.  Ada yang menyatakan bahwa garis adalah hubungan dari titik titik yang berderet dan bersambungan. Garis dipakai untuk membatasi sosok bidang, warna ataupun gambar. Garis dapat pula berdiri sendiri sebagai garis. Garis memiliki karakter sesuai perwujudannya. Garis lurus tebal mengesankan keras; garis lengkung mengesankan lembut; bergerigi, bergelombang, zig zag, patah patah, mengesan-kan menyentak, nakal, menggelitik. Garis vertikal mengesankan anggun, kokoh, dan stabil; sedangkan garis horizontal mengesankan melebar, tenang, kedamaian, dan statis. Oleh karena itu garis merupakan unsur penting untuk menciptakan kesan tertentu dalam gambar.

b. Raut

Raut adalah tampang, potongan  atau bentuk suatu obyek. Raut dapat terbentuk dari unsur garis yang melingkup dengan keluasan tertentu sehingga membentuk bidang. Raut juga dapat berarti perwujudan atau perawakan dari suatu obyek, dalam hal ini raut berarti bangun. Dalam pengertian yang lain raut sering dipahami sebagai bidang atau bentuk. Jika bidang adalah permukaan yang memiliki luas dan berarti pipih atau datar, Bentuk dianggap perawakan atau perwujudan  yang  menggumpal  bervolume atau memiliki massa.

c. Warna

Warna merupakan unsur rupa yang paling langsung segera menyentuh perasaan. Dengan warna karya seni rupa yang ditampilkan menjadi menarik dan menyenangkan. Warna bisa merangsang indera mata dan mempengaruhi kejiwaan. Oleh karena lukisan berwarna bisa mempengaruhi pengamat, atau warna bisa memberikan pengaruh jiwa pelukisnya sehingga memiliki ciri khas tersendiri.

Warna dibagi dalam  beberapa jenis yaitu warna primer, sekundair dan tersier. Warna primer atau warna pokok adalah warna yang tidak dihasilkan dari percampuran warna, yaitu warna biru, merah, dan kuning.  Warna sekundair adalah warna yang dihasilkan dari percampuran antara kedua warna primer,  yaitu campuran warna merah dan kuning menghasilkan warna oranye atau jingga; campuran warna merah dan biru menghasilkan warna ungu atau violet; dan campuran warna kuning dengan biru mengahsilkan warna hijau. Sedangkan warna tersier adalah warna yang dihasilkan dari percampuran ketiga warna primer.  Contohnya warna coklat dihasilkan dari percampuran antara merah, biru, dan kuning. Putih dan hitan dalam kajian teori warna cahaya tidak digolongkan ke dalam warna karena hanya sebagai akibat terang dan gelapnya cahaya. Sedangkan pada warna pigmen ada warna hitam dan putih yang juga bias dicampur dengan berbagai warna yanga lain.

d. Tekstur

Tekstur adalah sifat atau kualitas suatu permukaan obyek atau benda.  Penampakan tesktur itu dapat dilihat maupun diraba dan dirasakan dengan alat peraba. Sifat tekstur dapat halus, licin , kasar, maupun berkerut. Diberbagai jenis karya seni rupa tekstur mengambil peran penting sebagai penentu dan pembeda raut. Raut yang sama akan  berbeda kualitasnya  jika yang satu licin halus yang lainnya kasar.  Tekstur juga dibedakan atas tekstur visual dan taktil, semu dan nyata. Pemanfaatan tekstur pada seni patung akan memunculkan kualitas karya yang berbeda beda. Ada patung dari kayu dengan tekstur yang halus dan licin. Ada patung dari semen pasir dengan tekstur yang kasar dan bergerigi. Tekstur kayu akan berbeda dengan logam, demikian juga tekstur batu akan berbeda dengan gibs dan sebagainya.

e. Ruang

Ruang adalah unsur yang menyatakan kesan kedalaman. Kesan ruang dapat dinyatakan secara nyata seperti dalam seni patung atau sebatas  ilusi/maya seperti dalam seni lukis dimana penampilan gambar memberikan kesan ruang dengan penguasaan perspektif garis atau warna. Di bidang seni rupa, ruang adalah unsur yang menunjukkan kesan keleluasaan, kedalaman, cekungan, jauh atau dekat. Dua bidang yang sama jenis, misalnya lingkaran, akan memberikan kesan yang berbeda jika ukuran kedua lingkaran tersebut berbeda. Yang besar akan memberi kesan luas yang kecil akan memberi kesan sempit. Jika berimpit akan memberi kesan dekat dan jika diatur berjarak akan memberi kesan jauh. Dengan gambar perspektif akan ditemukan cara cara untuk menampilkan jauh dan dekat. Kesan jauh dan dekat juga dapat ditimbulkan dengan menggunakan perspektif warna. Ruang juga bisa diciptakan dengan menggunakan bayang-bayang dan gelap terang. Penggunaan bayang-bayang akan membuat kesan modulasi , artinya obyek akan kelihatan ungkul berkesan 3 demensi.

f. Gelap terang

Gelap terang adalah unsur rupa yang berkenaan dengan cahaya, baik secara nyata seperti dalam seni patung atau  ilusi/maya seperti dalam seni lukis dimana penampilan gambar memberikan kesan ruang. Dalam gambar kesan gelap terang diciptakan dengan teknik arsir, sementara dalam seni lukis dapat diciptakan dengan penggunaan gradasi warna. Bidang yang gelap berarti tidak kena cahaya dan bagian yang terang berarti kena cahaya. Kualitas goresan pensil yang keras kuat dan tebal pada kertas akan memberi kesan gelap. Sementara goresan yang ringan akan memberi kesan lebih terang. Dalam seni lukis gelap terang juga dihasilkan dari penggunaan warna yang berbeda. Sebaliknya pada seni patung gelap terang lebih disebabkan oleh permainan raut dan ruang sehingga menampilkan kesan gelap terang.

4. Prinsip-Prinsip  Seni Rupa

a. Kesatuan

Kesatuan (unity) adalah kesan yang timbul dari unsur-unsur seni rupa yang terpadu menjadi satu bentuk dan menghasilkan suatu ungkapan. Kesatuan merupakan integritas jalinan unsur yang menjadi kebulatan konsep/gagasan. Karya lukis misalnya merupakan tatanan unsur-unsur yang sudah diolah oleh pencipta dengan cara diselaraskan, diseimbangkan, disebandingkan dan sebagainya. Jadi sebenarnya kesatuan akan terjadi jika ada keselarasan, keseimbangan, proporsi maupun ritme.

b. Keseimbangan

Keseimbangan (balance) memiliki peranan penting dalam seni. Keseimbangan dapat dicapai dengan mengatur letak unsur-unsur hingga terasa tidak berat sebelah antara bagian yang satu dengan bagian yang lain. Dalam karya seni tiga demensi merupakan keseimbangan nyata karena susunan bentuknya, garisnya, tekstur ataupun warnanya. Sementara itu dalam karya seni dua demensi merupakan keseimbangan semu. Prinsip keseimbangan berkenanaan dengan kualitas bobot atau kesan berat ringannya suatu karya.  Keseimbangan dapat dibagi atas dua jenis, yaitu: keseimbangan formal atau simetris dan keseimbangan non-formal /asimetris/radial/memencar. Keseimbangan simetris yaitu keseim-bangan yang diperoleh karena bagian-bagiannya selalu sama. Keseimbangan simetris bersifat statis. Sedangkan keseimbangan asimetris yaitu keseimbangan karena antara bagian-bagiannya tidak sama tetapi tetap seimbang. Keseimbangan ini lebih unik, menarik, dan banyak memberikan banyak variasi. Keseimbangan asimetris lebih bersifat dinamis.

c. Ritme atau Irama

Dalam seni rupa irama tidak bisa dipegang atau diraba, tetapi dapat dirasakan. Irama terbentuk karena pengulangan (repetition) dan gerakan (movement). Pengulangan bisa dibuat melalui warna atau nada, bidang atau bentuk, garis dan tekstur. Terdapat tiga kemungkinan terciptanya irama, yaitu: (1) karena pengulangan unsur; (2) karena perbedaan ukuran, dan (3) karena perbedaan jarak. Irama pertama memberikan kesan monoton, irama ke dua dan ke tiga memberikan kesan gerak bervariasi atau dinamis.

d. Penekanan/Aksen

Prinsip penekanan disebut juga dengan prinsip dominasi yaitu upaya penampilan pada bagian tertentu dari karya seni rupa yang menarik perhatian (aksen) dengan cara mengatur posisi, perbedaan ukuran, perbedaan warna atau unsur lain, dan pengaturan arah unsur.

e. Proporsi

Proporsi atau ukuran perbandingan adalah upaya pengaturan yang berkenaan dengan ukuran antara bagian yang satu dengan lainn dalam bentuk yang serasi. Besar kecil, luas sempit, panjang pendek atau tinggi rendah adalah persoalan proporsi. Misalnya perbandingan objek benda itu sendiri,  perbandingan antar objek atau bagian, perbandingan dengan bidang gambar, dan perbandingan objek patung dengan pedestal. 

f. Keselarasan/Harmoni

Harmoni adalah unsur-unsur seni yang senada atau kombinasi bagian-bagian yang serasi. Sesuatu yang selaras, harmonis dan serasi timbul karena kesamaan, kesatuan, dan tidak ada pertentangan. Demikian pula pada karya seni rupa, prinsip keselarasan ini  dapat dibuat dengan menata unsur yang mungkin sama, sesuai atau tidak ada yang berbeda secara menyolok. Bidang lingkaran akan lebih selaras jika dipadukan dengan garis lengkung daripada lingkaran dipadukan dengan garis lurus. Warna yang tidak berbeda secara menyolok dengan gradasi warna pastel atau warna-warna senada akan selaras jika saling dipadukan dari pada warna-warna yang sangat kontras kadang membuat mata jadi sakit.

 

B. Apresiasi Seni Rupa

Pembelajaran apresiasi seni khususnya seni rupa bertujuan untuk mengembangkan kesadaran, pemahaman, dan penghargaan terhadap karya seni rupa. Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran apresiasi seni rupa dapat dikembangkan berdasarkan kompetensi dasar, yaitu: (1) kelas 1 meliputi: mengidentifikasi  jenis karya seni rupa terapan daerah setempat, menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik karya seni rupa terapan daerah setempat, dan menunjukkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik karya seni rupa terapan daerah setempat; (2) kelas 2 meliputi: mengidentifikasi jenis karya seni rupa terapan nusantara dan menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan nusantara; dan (3) kelas 3 meliputi: mengidentifikasi seni rupa murni yang diciptakan di daerah setempat, menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik seni rupa murni daerah setempat, mengidentifikasi karya seni rupa murni yang diciptakan di Indonesia, dan menampilkan sikap apresiatif terhadap  keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa murni Indonesia.  

Contoh kompetensi dasar untuk kelas VII semester I adalah (1) mengidentifikasi  jenis karya seni rupa terapan daerah setempat dan (2) menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik karya seni rupa terapan daerah setempat. Guru Seni Budaya dapat mengembangkan pembelajaran apresiasi tersebut berdasarkan seni rupa yang ada di daerahnya masing-masing. Misalnya di daerah Malang ada kerajinan topeng, gerabah, anyam dan sebagainya. Pengembangan pembelajaran topeng Malang sebagai contoh, guru perlu mempersiapkan bahan dan media untuk mendukung pencapaian kompetensi dasar tersebut. Pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan mulai dari kegiatan pengamatan topeng, identifikasi atau deskripsi topeng, analisis topeng hingga sampai pada penafsiran kesan/makna topeng. Guru bisa mengembangkan sendiri format-format apresiasi seni. Contoh sederhana adalah dengan membuat identifikasi nama topeng, fungsi dan asalnya.

 

 

 

 

 

 

Contoh tabel Identifikasi karya seni topeng

Kelompok           : ………………………………….

Anggota               : ………………………………….

 

 

No

 

Gambar  Topeng

Hasil Identifikasi

Penjelasan Asal Daerah

Nama

Fungsi

01.

 

 

 

 

 

 

Kebo-keboan

Topeng kerbau

 

 

 

Untuk upacara

adat

 

 

 

Asalnya dari Banyuwangi

 

 

02.

 

 

 

 

 

 

 

Topeng Panji  Gunung Sari

 

 

Untuk seni pertunjukan

 

 

Asal dari Jogjakarta

 

Pengembangan untuk siswa berlatih mengidentifikasi nama topeng, fungsi dan asal topeng pada tabel berikut ini.

Tabel Identifikasi karya seni topeng

Kelompok           : ………………………………………….

Anggota               : ………………………………………….

 

 

No

 

Gambar  Topeng

Hasil Identifikasi

Penjelasan

Asal Daerah

Nama

Fungsi

 

 

01.

 

 

 

 

 

 

 

 

02.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

03.

 

 

 

 

 

 

04.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

dst

 

 

 

 

Kegiatan identifikasi bisa dilanjutkan dengan menampilkan sikap apresiatif. Berikut contoh bagaimana menampilkan sikap apresiatif dengan cara mengisi kolom tentang analisis bentuk, karakter, hingga penafsiran kesan/makna.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel Identifikasi bentuk dan karakteristik karya seni topeng

Kelompok           : ……………………………………………………………………………

Anggota               : ……………………………………………………………………………

 

 

No

 

Gambar  Topeng

Hasil Identifikasi

Penjelasan kesan/makna

Bentuk dasar

karakter

 

 

01.

 

 

 

 

 

 

 

 

lucu

 

Topeng berbentuk sebagian  dan menyatu dengan bentuk bibir pemakai, membuat kesan lucu

 

 

02.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Meng-

gelikan

 

Bentuk topeng oval. Dengan mata bulat agak keluar, bibir agak terbuka tebal dengan gigi memberi kesan menggelikan

 

Cobalah sekarang berlatih menafsirkan bentuk topeng, karakter dan kesan topeng pada tabel berikut ini.

 

Tabel menafsirkan  bentuk, karakteristik dan kesan/makna topeng.

Kelompok           : ……………………………………………………………………………

Anggota               : ……………………………………………………………………………

 

 

No

 

Gambar  Topeng

Hasil Identifikasi

Penjelasan kesan/makna

Bentuk dasar

karakter

 

 

01.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

02.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

03.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

04.

 

 

 

 

Kegiatan apresiasi pada level yang lebih tinggi bisa dilanjutkan dengan analisis bentuk ornamen , warna, hingga makna/simbol bentuk dan warna topeng tersebut. Hal ini disesuaikan dengan kedalaman atau keluasan bahan ajar yang perlu disajikan kepada siswa sesuai tingkat kelas.

C. Berkarya Seni Rupa          

Guru Seni Budaya perlu menguasai kompetensi berkarya seni rupa yang dalam kurikulum minimal ada 4 aspek, yaitu: menggambar bentuk, merancang seni kriya, menciptakan karya seni rupa dan memamer-kan hasil karya seni rupa.

Prosedur berkarya seni rupa dapat dikembangkan dengan melihat kompetensi yang ada, misalnya di SMP dapat digambarkan sebagai berikut: (1) kelas VII  smt 1 meliputi: menggambar bentuk dengan objek karya seni rupa terapan tiga dimensi dari daerah setempat, merancang karya seni kriya dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat, membuat karya seni kriya dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat; (2) kelas VII smt 2 meliputi: menggambar bentuk dengan objek karya seni rupa terapan tiga dimensi dari daerah setempat, membuat karya seni kriya dengan teknik dan corak daerah setempat, menyiapkan karya seni rupa hasil buatan sendiri untuk pameran kelas atau sekolah, dan menata karya seni rupa hasil buatan sendiri dalam bentuk pameran kelas atau sekolah; (3) kelas VIII smt 1 meliputi: merancang karya seni kriya tekstil dengan  teknik dan corak seni rupa terapan Nusantara, membuat karya seni kriya tekstil dengan teknik dan corak seni rupa terapan Nusantara, dan mengekspresikan diri melalui  karya seni lukis/gambar; (4) kelas VIII smt 2 meliputi: membuat  karya seni kriya tekstil dengan  teknik dan corak seni rupa terapan Nusantara, mengekspresikan diri melalui karya seni grafis, menyiapkan karya seni rupa hasil karya sendiri untuk pameran kelas atau sekolah, menata karya seni rupa hasil karya sendiri dalam bentuk pameran kelas atau sekolah; (5) kelas IX smt 1 meliputi: memilih unsur seni rupa Nusantara untuk dikembangkan menjadi karya seni murni, mengekspresikan diri melalui karya seni rupa murni yang dikembangkan dari unsur seni rupa Nusantara; (6) kelas IX smt 2  meliputi: mengekspresikan diri melalui karya seni rupa murni yang dikembangkan dari beragam unsur seni rupa Nusantara dan mancanegara di luar Asia, menyiapkan karya seni rupa yang diciptakan untuk pameran di sekolah atau di luar sekolah, dan menata karya seni rupa yang diciptakan dalam bentuk pameran di sekolah atau di luar sekolah. Berikut contoh pengembangan pembelajaran kelas VII semerter 1, yaitu: menggambar bentuk dengan objek karya seni rupa terapan tiga dimensi dari daerah setempat; merancang karya seni kriya dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat.

 

1. Menggambar Bentuk Topeng

Topeng memang agak sulit digambarkan karena banyak variasi-nya. Upaya mewujudkan gambar sebuah topeng sama dengan menggambar bentuk dengan model topeng. Sebagai gambar bentuk, maka hal yang paling mendasar adalah memindahkan obyek (dalam hal ini topeng) ke dalam bidang gambar secara tepat. Dengan demikian diperlukan ketajaman dan ketelitian pengamatan untuk mencapai detil bentuk obyek, termasuk didalamnya proporsi gelap terang (pencahaya-an), modulasi, ketepatan/ kemiripan, bentuk, warna, dengan memperhati-kan perspektif, gelap terang, dan bayang-bayang.

Langkah-langkah menggambar bentuk topeng dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. 1.                   membuat bentuk global topeng misalnya: bulat,  bulat telur atau tak beraturan dan sebagainya;
  2. 2.                   membagi bidang topeng menjadi 3 bagian;
  3. 3.                   menentukan posisi mata, hidung, mulut dan juga hiasan-hiasan yang ada;
  4. 4.                   membuat detil bentuk masing-masing bagian wajah;
  5. membuat gelap-terang dengan menggunakan berbagai teknik arsiran.

 

Berikut salah contoh langkah-langkah menggambar bentuk topeng. Mulailah dengan sket dan kemudian teruskan dengan memberi arsiran.

 

 

 

       
       
 

 

 

 

 

 

 

 

                   Topeng Dewi Ragil Kuning                Sket Topeng Dewi Ragil Kuning

   

 

     Bentuk Topeng Dewi Ragil Kuning

Untuk melatih keterampilan siswa diminta memilih topeng sendiri kemudian membuat gambar bentuk sesuai dengan langkah-langkah tersebut.

 

2. Mendesain Bentuk Topeng

Untuk mendesain topeng perlu memperhatikan faktor faktor yang harus memenuhi prinsip seni terapan, yaitu:

  1. Faktor  Estetis (mempunyai nilai indah)

        Karya  seni kriya dikatakan indah apabila letak dan susunan  (kompo-sisi)  unsur seninya tepat, baik bentuk maupun letaknya sehingga tampak serasi atau harmonis. Disamping itu harus ada unsur kelembutan, kehalusan, kerapian, dan kerajinan.

  1. Faktor  Artistik

Suatu karya seni dikatakan mempunyai nilai artistik bila karya tersebut mempunyai nilai yang  memenuhi unsur seni, prinsip seni,  dan fungsi seni.

c.   Faktor kegunaan (applied)

Faktor kegunaan merupakan yang terpenting bagi seni kriya (seni rupa terapan). Dalam hal ini perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut.

1)    Keluwesan (flexibility) terdapat pada hubungan yang serasi antara bentuk-bentuk benda dengan nilai gunanya, misalnya kerajinan topi yang enak dipakai dan indah dipandang.

2)    Keamanan (security)     

Benda seni kriya harus dapat menimbulkan rasa aman bagi pemakai atau pengunanya.

3)    Kenyamanan (comfort)

Setiap benda kriya sebaiknya membuat nyaman dan senang pemakai atau penggunanya.

d.   Faktor  Tempat

Karya kriya (kerajinan) yang diciptakan harus mempertimbangkan segi empat yang digunakan untuk meletakkan benda kriya tersebut.

e.   Faktor Rasa Bahan (karateristik bahan)

Faktor rasa bahan adalah sifat dari suatu bahan,misalnya,sifat tanah liat, plastisin yang plastis, logam yang bersifat keras, kayu yang lunak dan keras,dan rotan yang bersifat lentur.

f.   Faktor Selera

Karya seni kriya hendaknya dapat memenuhi selera atau permintaan pasar atau pemakai, karena memiliki tujuan komersil.

Berikut adalah salah satu contoh langkah-langkah merancang topeng dalam bentuk sket.

 

           
       
 
 
     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar  sket rancangan Topeng

 

D. Ringkasan

  1. Ciri-ciri seni rupa adalah jenis seni yang menggunakan media rupa (visual), berorientasi pada produk, dan dapat dinikmati dalam jangka waktu yang lama atau berulang-ulang.
  2. Jenis-jenis seni rupa antara lain meliputi: gambar, seni lukis, seni patung, seni grafis. desain grafis, seni kerajinan/kriya, dan seni instalasi.
  3. Unsur seni rupa meliputi: garis, raut, warna, tekstur, ruang, dan gelap terang. Sedangkan prinsip seni rupa meliputi: kesatuan, keseimbangan, ritme, proporsi, aksen, dan proporsi.
  4. Prosedur apresiasi seni rupa meliputi: mengidentifikasi, menganalisis, dan menafsirkan.
  5. Prosedur berkarya seni berkarya seni murni dan berkarya seni terapan.

E. Latihan

  1. Secara berkelompok (4 – 5 orang) lakukanlah kegiatan diskusi untuk menghasilkan pemetaan kerangka isi bahan ajar kompetansi dasar apresiasi seni rupa untuk satu semester. Kemudian kembangkanlah salah satu sub materi secara lebih rinci dengan mengkaji buku ini dan sumber lain.
  2. Berdasarkan hasil pengembangan sub materi latihan 1, buatlah bagan prosedur apresiasi dan berkarya rupa untuk siswa sekolah menengah serta model-model format observasinya.
  3. Tempelkan beberapa hasil karya seni (misalnya: gerabah), kemudian lakukanlah kegiatan apresiasi sesuai prosedur. Selanjutnya lakukan berkarya seni (misalnya mendesain gerabah).
  4. Secara berkelompok (4 – 5 orang) buatlah rancangan pameran hasil karya seni rupa (berdasarkan pengalaman atau sumber pustaka yang pernah dipelajari).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

soal fisika XI semester 1

 

Kinematika gerak

 

  1. Jarum panjang sebuah jam mempunyai panjang 6cm. Tentukan vektor kecepatan rata-rata ujung jarum jam tersebut dalam interval waktu 20 menit dari angka 12 ke angka 4. Nyatakan dalam sistem koordinat dimana sumbu x ke arah angka 3 dan sumbu y ke arah angka 12!

Pembahasan:

            12                    r1= 6j cm

r2= 6 cos 30 i + 6 sin 30 j=(3i+3j) cm

                                    r= r2-r1=i+(3-6)j=(3i+3j) cm

                                    Kecepatan rata-rata:

                        4          === 0,15i+0,15j cm/menit

  1. Kompas pesawat terbang menunjukkan bahwa pesawat bergerak ke utara dari indikator kelajuan menunjukkan bahwa pesawat sedang bergerak dengan kelajuan 240 km/jam. Jika ada angin berhembus dengan kelajuan 100 km/jam dari barat ke timur, berapakah kecepatan pesawat terbang relatif terhadap bumi?

Pembahasan:  p: pesawat       a: angin                       b: bumi
 240 km/jam ke utara   =100 km/jam ke timur                                                        = = 260 km/jam

Arah kecepatan           =          tan= =

                                          = 22,6

  1. Seorang atlet tembak akan menembak sasaran yang berada pada ketinggian yang sama dengan ketinggian senjata di tangannya langsung secara horizontal. Sasaran tersebut berupa lingkaran kecil yang digambar pada sebuah papan. Jarak atlet terhadap sasaran adalah 120 m. Jika kecepatan peluru yang keluardri senjata 300 m/s. Pada jarak berapa di bawah titik sasaran, peluru akan menumbuk papan?(g=10 m/)

y

 

 

0          x

 

 
   

 

 

 

 

X= =  = 0,4 s               y=t-1/2 g = -1/2.10.0, = -0,8 m

(- menandakan di bawah titik)

  1. Seseorang mengendarai mobil menuju sebuah kota A yang berjarak 160 km dengan arah 30 timur laut. Nyatakan vektor perpindahan  dalam notasi vektor satuan dengan menggunakan sistem koordinat x ke timur, dan y ke utara.

Pembahasan:

= r cos 30= ½.160. = 80 km

= r sin 30= ½.160 = 80 km

=(80) km

Soal untuk no 5-9

Dari atap sebuah gedung yang tingginya 16 meter, sebuah bola di lempar pada sudut 30 diatas horizontal dengan kecepatan 21 m/s seperti tampak pada gambar.

Pembahasan awal:    =cos 30=18,2 m/s                     = sin 30=10,5 m/s          =16 m

Y  =                       x = t=18,2 t

=16 +10,5t-4,9

 

 

 

 

  1. Hitung waktu bola itu berada di udara!

Pembahasan: y=0 (lamanya bola di udara sampai bola berada ditanah lagi)

0=16+10,5t-4,9

t= 3,17 s          atau     t=-1,03(tidak memenuhi)t

  1. Berapakah jarak jatuhnya bola dari gedung (R)?

Pembahasan:

X=18,2 t

R=18,2×3,17=57,7 sekon

  1. Tentukan ketinggian maksimum bola diukur dari permukaan tanah!

Pembahasan:

h mak=   =   =5,6 meter

  1. Tentukan sudut yang dibentuk oleh kecepatan bola ketika bola menumbuk tanah!

Tan  =  = = -1,13          48,5

  1. Sebuah partikel B bergerak dengan persamaan percepatan a=2i+4j. Kapan benda bergerak sehingga memiliki besar perpindahan 5 m? (semua dalam satuan SI)

Pembahasan:  v= (2t)i + (4t)j              r=

                        5

                       

= =1,7 s

  1. Sebuah roda gerinda mula-mula dalam keadaan diam, kemudian berotasi dengan percepatan sudut konstan rad/ selama 8s. Selanjutnya roda dihentikan dengan perlambatan konstan dalam 10 putaran. Tentukan:

A)     Perlambatan roda             B) waktu yang diperlukan sebelum roda berhenti

Pembahasan:

A)     Gerak dipercepat 

Gerak diperlambat           + 2          roda berhenti  

                                    0=  

B)                  t= == 3,14s

 

Gaya

 

  1. Bandingkan batas kelajuan maksimum agar mobil dapat melintas dengan aman pada tikungan

berjari-jari 50 m pada saat kering(=0,9) dan pada saat hujan()! (g=9,8 m/)

pembahasan:

 = 21 m/s                        saat kering

    =  = 7 m/s               saat hujan

  1. Sebuah mobil melewati tikungan jalan yang jari-jari kelengkungannya 40 m. Jika sudut kemiringan jalan adalah =30, tentukan kecepatan maksimum mobil yang diperbolehkan untuk kondisi: a) jalan licin karena berair(gesekan diabaikan)

b) jalan kering dengan koefisien gesekan statis 0,3 (g=10 m/)

            pembahasan:

a)       = 15,2 m/s

b)       =  = =20,6 m/s

  1. Dua buah benda A dan B disusun seperti gambar disamping. Bila mA= 2 kg, mB= 1 k, =0,2 dan g=10 m/, tentukan waktu yang diperlukan balok B hingga menyentuh lantai!

F=ma

mB.g-T+T-fA =(mA+mB)a

mB.g-T+T- .g=(mA+mB)a

a=

a==2 m/

s=1/2 a

t=== 5 s

  1. Sebuah satelit penelitian bermassa 200 kg mengorbit bumi denga jari-jari 30.000 km diukur dari pusat bumi. Berapa besar gaya gravitasi bumi yang bekerja pada satelit? Berapa persen gaya itu dibandingkan dengan berat satelit di permukaan bumi? (mB=5,98x)

Pembahasan:

= G = 6,67×1 = 88,64 N

= g =200 = 1960 N

Persentase:      x 100 %= x 100% =4,52%

  1. Sebuah satelit massanya 500 kg mengorbit pada ketinggian 7000 km diatas permukaan bumi. Berapa kecepatan satelit, bila jari-jari bumi adalah 6400 km?

Pembahasan:

=/           =6,4×1= 5,47×1

  1. Dalam atom hidrogen, elektron dan proton terpisah sejauh 5,3x m.

A)     Hitung gaya gravitasi antara 2 partikel ini

B)     Bila kecepatan orbit elektron 2,2x m/s, apakah gaya gravitasi tersebut cukup kuat untuk mempertahankan elektron tetap pada orbitbya?

Pembahasan:

A)      =6,67×1 =3,6 x 1

B)      = 9,1x/5,3= 8,31x

  1. Planet jupiter memiliki jarak orbit ke matahari yang diperkirakan sama dengan empat kali jarak orbit bumi ke matahari. Periode revolusi bumi mengelilingi matahari 1 tahun. Berapakah periode jupiter tersebut mengelilingi matahari?

Pembahasan:

RB        = R TB = 1 th

RJ = 4 R TJ = ?

Berdasarkan hukum III Kepler maka periode planet

dapat ditentukan sebagai berikut.

     TP    = 8 x 1 = 8 tahun

Soal untuk  no 8-9

Sebuah satelit mengorbit bumi dengan orbit berupa lingkaran. Hitung periode orbitnya jika:

  1. Satelit berada tepat di atas permukaan bumi!

Pembahasan:  r= 

=4

=2 = 5,06x

  1. Satelit berada 300 km di atas permukaan bumi!

Pembahasan:  r= 6370+300 = 6670km

=4

=4

== 5,43x s

  1. Dua bola masing-masing bermassa mA=20 kg, mB=45 kg ditempatkan pada jarak 100 cm. Satu bola lain bermassa mC=5 kg diletakkan diantara kedua bola. Jika bola C tidak merasakan gaya gravitasi dari bola A dan B, berapa jarak bola C dari A dan B?

Pembahasan:  mA: 20 kg        mB:45 kg         r:1 m

    

=

=                           

=                                      m

2 = 5x   x=5/2

 

Elastisitas, gerak harmonik sederhana

 

  1. Dalam sebuah buah percobaan di laboratorium fisika, sebuah beban bermassa 16kg digantungkan pada seutas kawat baja yang memiliki diameter 0,1 cm. Berapa persen kawat baja tersebut akan bertambah panjang? (modulus young baja= 20xN/)

Pembahasan:  mg/=16 x 9,8/2o

  1. Hitunglah beban maksimum yang boleh digantungkan pada seutas kawat baja yang luas penampangnya 4 , jika regangan yang terjadi tidak boleh melebihi 0,001. Modulus young baja 2xN/.

Pembahasan: E= =      F= =2 x 1

  1. Ikatan atom-atom dalam suatu material dapat dianggap sebagai pegas. Anggap terdapat 3 buah atom yang berdekatan dan saling berinteraksi. Dua atom yang terluar dianggap diam dan atom yang ditengah bergetar dengan frekuensi  Hz. Hitung konstanta gaya pegas jika masa atom=4x kg!

Pembahasan:

F= Hz         m=4x kg             = 4m

=  +  = k + k = 2k

= 4m =2(3,14(4×1)( =788,77 N/m

  1. Sebuah pegas digantung pada sebuah lift, ujung bawah pegas digantungi beban 40 gram. Jika lift dalam keadaan diam pegas bertambah panjang 8 cm. Pertambahan panjang pegas ketika lift bergerak ke atas dengan percepatan 2 m/ adalah…

Pembahasan: = 0,096 m

  1. Di dalam sebuah lift tergantung sebuah pegas yang konstantanya 400 N/m. Ujung bawah pegas digantungi beban  massanya 2 kg. Jika lift  turun dengan percepatan 4 m/s2, pegas akan bertambah panjang sejauh …….

            pembahasan:  k = 400 N/m

                                m = 2 kg

                                a = 4 ms-2

        ∆x = F/k                                               ∆x =0,02 m = 2 cm

                                ∆x = m.a/k

                                ∆x = 2.4/400

                                ∆x = 8/400

Soal untuk no 6-7

Dua buah gerak harmonik sederhana memiliki persamaan simpangan yang masing-masing adalah: =2 sin    =2 sin 0,5            (semua satuan dalam SI)

  1. Tentukan persamaan simpangan dari superposisi kedua gerak harmonik tersebut!

Pembahasan: y= y1+y2 = 4A sin  cm

  1. Tentukan simpangan superposisi setelah bergerak 1s

Pembahasan: t= 1s    y=4A sin  cm=4= 2 cm

  1. Sebuah pegas panjangnya 40 cm, jika diberi gaya sebesar 200N, pegas bertambah panjang 8 cm. Kemudian pegas dipotong menjadi dua bagian yang sama, dan keduanya diparalelkan. Berapa besarnya usaha yang dibutuhkan supaya pegas tetap bertambah panjang 8 cm, pada saat dipasang paralel?

.                 pembahasan:               F = 200 N

                                L = 4.10-1 m

                                ∆x = 8.10-2 m

 k = F/∆x                                                               k=k1=k2

                                K = 200 /8.10-2                                                      KP = 25.102 + 25.102 = 50.102 N/m

                                k = 25.102 N/m                  

                                                W = ½ . kp. ∆x2

                                                W = ½ . 50.102. (8.10-2)2

                                                W = 1600.10-2 = 16 N

  1. Dua pegas identik dengan konstanta gaya 400 N/m. Kedua pegas tersebut diparalelkan. Tentukan besar gaya yang dibutuhkan untuk menarik pegas sehingga bertambah panjang 5 cm!

Pembahasan:  k1=k2=400 N/m (pararel)

            ∆x = 5cm = 5.10-2 m

            k=k1+k2

            k=400+400

            k = 800 N/m

            F = k. ∆x                                F = 800. 5.10-2

            F = 40 N

  1. sebuah peluru bermasa 10 g ditembakan dalam suatu balok yang digantung dan masanya 1,49 kg hingga balok bergerak naik. Balok berayun hingga ketinggian 45 cm dan peluru bersarang di dalamnya. Jika g= 10 m/, berapa laju peluru saat ditembakkan?

Pembahasan:

mPvP=(mB+mP)v’

vP=450 m/s

 

Usaha dan energi

 

  1. Seorang petugas PLN bermassa 65 kg sedang menaiki tangga untuk memperbaiki jaringan listrik pada sebuah tiang listrik. Jika tangga terdiri dari 30 anak tangga dan panjang setiap anak tangga adalah 30 cm, berapakah usaha yang telah dilakukannya?

Pembahasan: W=Fs = mgs     s=w/mg =12000/(20×9,8)=61,2 m

  1. Sebuah mobil bergerak menempuh jalanan mendaki dan menurun seperti tampak pada gambar. Bila massa mobil dan penumpangnya adalah 1000 kg, tentukan energi potensial mobil ketika berada di B dan di C, bila ketinggian titik A sebagai bidang acuan (=0)

Pembahasan:

E=mg=100.9,8.10=9,8x

E=mg=-100.9,8.10=-1,47x

 

  1. Sebuah bola dilemparkan dari sebuah gedung yang tingginya 15 m. Kecepatan awal bola ketika dilempar sama dengan 15 m/s dengan arah 30 diatas garis horizontal. Berapakah kelajuan bola sesaat sebelum menumbuk tanah?(g=10 m/)

Pembahasan:

                        ½ x 15+10 x15 =           v=22,1 m/s

  1. Sebuah mesin penggerak digunakan untuk mengangkat sebuah benda bermasa 100 kg dengan kelajuan konstan 10 cm/s. Berapa daya yang dimiliki oleh mesin tersebut dinyatakan dalam watt?                       

Pembahasan:  P= Fv

                                       =mg

                           =100.9,8.0,1 =98 W

Soal untuk no 5-6

Dua buah alat penyedot debu memiliki daya masing-masing 1hp dan 0,5 hp.

  1. Berapa usaha yang dilakukan masing-masing alat ini dalam waktu 3 menit dinyatakan dalam joule?

Pembahasan: W1= Pt =746 . 180 = 1,34 x

                        W2= Pt =373 .180 =0,67 x

  1. Jika untuk menyedot debu dalam suatu ruangan kedua alat ini melakukan usaha 97 kJ. Berapa lama waktu yang diperlukan oleh masing-masing alat ini untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut?

Pembahasan: t1 = W/t =97000/746 = 130 s

                        T2 = W/t =97000/373 =260 s

  1. Sebuah mesin yang effisiensinya 80% memiliki daya masukan 600 W. Berapa besar kerja yang bisa dilakukan mesin ini dalam waktu 30 sekon?

Pembahasan:  =          = 80 % x 600 W= 480 W

                         480 x 30 =1,4 x

  1. Sebuah bola logam bermassa 0,4 kg diluncurkan ke tas pada lintasan melengkung dengan kelajuan awal 10 m/s. Bola mulai bergerak dari titik A dan berhenti di titik B. Lintasan AB kasar. Tentukan usaha total yang dilakukan gaya gesekan pada lintasan AB!(g=10 m/)

 – 0,5 x0,4x 10= -12 J

 

 

  1. Sebuah mobil yang massanya 2.000 kg bergerak dari keadaan diam hingga kecepatannya 72 km/jam. Tentukan usaha yang diperlukan untuk merubah kecepatan mobil tersebut.

Pembahasan :

Usaha yang diperlukan sama dengan energi yang dipunyai mobil saat ditinjau, yaitu Ek = ½mV2 = ½.2000.202 = 400000 joule

V = 72 km/jam = 72000/3600 m/s = 20 m/s

  1. Air terjun setinggi 2o m digunakan untuk membangkitkan listrik tenaga air. Setiap detik air mengalir 10 . Jika efisiensi generator 55% dan percepatan gravitasi g= 10 m/, hitung daya rata-rata yang dihasilakan!

Pembahasan:

Efisiensi =  = P/Ep

P          =   =     = Qgh

                                    = 0,55..10.10.20

                                    =1100 kW

 

Momentum dan impuls

 

  1. Sebuah bola baseball yang masanya 0,10 kg dilempar dengan kecepatan  20. Kemudian, bola tersebut membalik dengan kecepatan 50 m/s. Apabila kontak bola dan pemukul dalam waktu 0,01 sekon, berapakah impuls bola tersebut?

pembahasan

I= m(v2-v1 ) =0,1 (-50-20) =-7 Ns

  1. Sebuah peluru yang masanya m1=50 kg ditembakkan dengan kecepatan v1=200 m/s mengenai balok yang diam tergantunng pada tali 2 meter. Jika peluru tertanam pada balok dan naik setinggi h, tentukan berapa h dan energi kinetik yang hilang!

Pembahasan:

h=                

EK=  =1000 J          EK’=

= EK’-EK =1000-20=980

  1. Sebuah benda bermasa 4 kg dijatuhkan tanpa kecepatan awal dari ketinggian 62,5 m. Jika percepatan gravitasi bumi=9,8 m/, ketika menumbuk permukaan tanah, momentum benda adalah…

Pembahasan: p=m x v=4 = 4=140 kg m/s

  1. Sebuah batu 100 gram dilontarkan dengan sebuah alat sehingga melesat dengan kelajuan 20 m/s di udara. Batu tersebut mengenai sasaran benda lain yang diam dengan massa 10 gram. Kedua benda tersebut menjadi satu dan bergerak bersama-sama. Berapakah kecepatan kedua benda setelah tumbukan?

Pembahasan :

m1 = 100 gram = 0,1 kg

v1 = 20 m/s

m2 = 10 gram = 0,01 kg

v2 = 0

kekekalan  momentum

m1v1 + m2v2           = (m1 + m2) v’

v’                          = [m1v1 + m2v2] : [m1 + m2]

= [(0,1)(20) + (0,01)(0)] : [0,1+0,01]

= 2 : 0,11 =18,2m/s

Posisi B adalah 1/3 meter dari A atau 2/3 meter dari B

  1. Sebuah meteor bermassa 2000 kg yang bergerak menuju bumi menumbuk bumi dengan kecepatan 120 m/s. Jika masa bumi 6x kg. Berapa kecepatan bumi setelah tumbukan bila meteor akhirnya terbenam ke bumi?

Pembahasan:           v’=2000×120/(2000+6×1)= 4x 1m/s

  1. Sebuah benda bermasa 0,2 kg dalam keadaan diam dipukul sehingga bergerak dengan kecepatan 14 m/s. Jika gaya bekerja selama 0,01 sekon. Tentukan besar gaya pada benda!

Pembahasan: m = 0,2 kg

v1 = 0

v2 = 14 m/s

∆t = 0,01 s

F ∆t             = m(v2 – v1)

F (0,01)       = 0,2 (14 – 0)  

F        = 280 N

Soal untuk no 7-9

Sebuah balok bermasa 950 g diam diatas bidang datar dengan =0,1. Sebutirpeluru yang bermasa 50 g menumbuk balok tersebut. Kelajuan peluru saat itu adalah 50 m/s

  1. Jika peluru bersarang dibalok, tentukan laju balok seyelah tumbukan!

Pembahasan: mb = 950 gram = 0,95 kg

µk = 0,1

mp = 50 gram = 0,05 kg

vp = 50 m/s

mb vb + mp vp                           = (mp +  vp) v’

(0,95) (0) + (0,05)(50)  = (0,95+0,05) v’

0 + 2,5                            = v’

V’        = 2,5 m/s

  1. Kapan balok akan berhenti?

Pembahasan: .   ΣF = 0

F + fk = 0

F = – fk

ma     = -µk N

ma      = -µk mg

a        = -µk g

a         = -(0,1) (10)

a         = -1 m/ss (tanda minus menunjukkan gerak diperlambat)

balok berhenti berarti v1 = 0. Berdasarkan gerak lurus berubah beraturan maka v1 = v0 + at

v0 adalah kecepatan awal balok setelah tumbukan, yaitu v’ = 2,5 m/s, sehingga

 

0 = 2,5 – 1t

t = 2,5 s

  1. Dimana balok akan berhenti?

Pembahasan: x  = v0t + ½ at2

= (2,5) (2,5) + ½ (-1) (2,5)2

= 6,25 – 3,125

= 3,125 m

 

  1. Diketahui gas panas yang keluar dari roket mempunyai kelajuan 200 m/s. Tentukan besar gaya dorong sebuah roket yang mesinnya dapat menyemburkan gas panas hasil dari pambakaran dengan kelajuan 50 kg/s.

Pembahasan:

= 50 kg/s     v=200 m/s       =v = 50×200 = 10000 N

 

 

 

 

Kinematika gerak

 

  1. Jarum panjang sebuah jam mempunyai panjang 6cm. Tentukan vektor kecepatan rata-rata ujung jarum jam tersebut dalam interval waktu 20 menit dari angka 12 ke angka 4. Nyatakan dalam sistem koordinat dimana sumbu x ke arah angka 3 dan sumbu y ke arah angka 12!

Pembahasan:

            12                    r1= 6j cm

r2= 6 cos 30 i + 6 sin 30 j=(3i+3j) cm

                                    r= r2-r1=i+(3-6)j=(3i+3j) cm

                                    Kecepatan rata-rata:

                        4          === 0,15i+0,15j cm/menit

  1. Kompas pesawat terbang menunjukkan bahwa pesawat bergerak ke utara dari indikator kelajuan menunjukkan bahwa pesawat sedang bergerak dengan kelajuan 240 km/jam. Jika ada angin berhembus dengan kelajuan 100 km/jam dari barat ke timur, berapakah kecepatan pesawat terbang relatif terhadap bumi?

Pembahasan:  p: pesawat       a: angin                       b: bumi
 240 km/jam ke utara   =100 km/jam ke timur                                                        = = 260 km/jam

Arah kecepatan           =          tan= =

                                          = 22,6

  1. Seorang atlet tembak akan menembak sasaran yang berada pada ketinggian yang sama dengan ketinggian senjata di tangannya langsung secara horizontal. Sasaran tersebut berupa lingkaran kecil yang digambar pada sebuah papan. Jarak atlet terhadap sasaran adalah 120 m. Jika kecepatan peluru yang keluardri senjata 300 m/s. Pada jarak berapa di bawah titik sasaran, peluru akan menumbuk papan?(g=10 m/)

y

 

 

0          x

 

 
   

 

 

 

 

X= =  = 0,4 s               y=t-1/2 g = -1/2.10.0, = -0,8 m

(- menandakan di bawah titik)

  1. Seseorang mengendarai mobil menuju sebuah kota A yang berjarak 160 km dengan arah 30 timur laut. Nyatakan vektor perpindahan  dalam notasi vektor satuan dengan menggunakan sistem koordinat x ke timur, dan y ke utara.

Pembahasan:

= r cos 30= ½.160. = 80 km

= r sin 30= ½.160 = 80 km

=(80) km

Soal untuk no 5-9

Dari atap sebuah gedung yang tingginya 16 meter, sebuah bola di lempar pada sudut 30 diatas horizontal dengan kecepatan 21 m/s seperti tampak pada gambar.

Pembahasan awal:    =cos 30=18,2 m/s                     = sin 30=10,5 m/s          =16 m

Y  =                       x = t=18,2 t

=16 +10,5t-4,9

 

 

 

 

  1. Hitung waktu bola itu berada di udara!

Pembahasan: y=0 (lamanya bola di udara sampai bola berada ditanah lagi)

0=16+10,5t-4,9

t= 3,17 s          atau     t=-1,03(tidak memenuhi)t

  1. Berapakah jarak jatuhnya bola dari gedung (R)?

Pembahasan:

X=18,2 t

R=18,2×3,17=57,7 sekon

  1. Tentukan ketinggian maksimum bola diukur dari permukaan tanah!

Pembahasan:

h mak=   =   =5,6 meter

  1. Tentukan sudut yang dibentuk oleh kecepatan bola ketika bola menumbuk tanah!

Tan  =  = = -1,13          48,5

  1. Sebuah partikel B bergerak dengan persamaan percepatan a=2i+4j. Kapan benda bergerak sehingga memiliki besar perpindahan 5 m? (semua dalam satuan SI)

Pembahasan:  v= (2t)i + (4t)j              r=

                        5

                       

= =1,7 s

  1. Sebuah roda gerinda mula-mula dalam keadaan diam, kemudian berotasi dengan percepatan sudut konstan rad/ selama 8s. Selanjutnya roda dihentikan dengan perlambatan konstan dalam 10 putaran. Tentukan:

A)     Perlambatan roda             B) waktu yang diperlukan sebelum roda berhenti

Pembahasan:

A)     Gerak dipercepat 

Gerak diperlambat           + 2          roda berhenti  

                                    0=  

B)                  t= == 3,14s

 

Gaya

 

  1. Bandingkan batas kelajuan maksimum agar mobil dapat melintas dengan aman pada tikungan

berjari-jari 50 m pada saat kering(=0,9) dan pada saat hujan()! (g=9,8 m/)

pembahasan:

 = 21 m/s                        saat kering

    =  = 7 m/s               saat hujan

  1. Sebuah mobil melewati tikungan jalan yang jari-jari kelengkungannya 40 m. Jika sudut kemiringan jalan adalah =30, tentukan kecepatan maksimum mobil yang diperbolehkan untuk kondisi: a) jalan licin karena berair(gesekan diabaikan)

b) jalan kering dengan koefisien gesekan statis 0,3 (g=10 m/)

            pembahasan:

a)       = 15,2 m/s

b)       =  = =20,6 m/s

  1. Dua buah benda A dan B disusun seperti gambar disamping. Bila mA= 2 kg, mB= 1 k, =0,2 dan g=10 m/, tentukan waktu yang diperlukan balok B hingga menyentuh lantai!

F=ma

mB.g-T+T-fA =(mA+mB)a

mB.g-T+T- .g=(mA+mB)a

a=

a==2 m/

s=1/2 a

t=== 5 s

  1. Sebuah satelit penelitian bermassa 200 kg mengorbit bumi denga jari-jari 30.000 km diukur dari pusat bumi. Berapa besar gaya gravitasi bumi yang bekerja pada satelit? Berapa persen gaya itu dibandingkan dengan berat satelit di permukaan bumi? (mB=5,98x)

Pembahasan:

= G = 6,67×1 = 88,64 N

= g =200 = 1960 N

Persentase:      x 100 %= x 100% =4,52%

  1. Sebuah satelit massanya 500 kg mengorbit pada ketinggian 7000 km diatas permukaan bumi. Berapa kecepatan satelit, bila jari-jari bumi adalah 6400 km?

Pembahasan:

=/           =6,4×1= 5,47×1

  1. Dalam atom hidrogen, elektron dan proton terpisah sejauh 5,3x m.

A)     Hitung gaya gravitasi antara 2 partikel ini

B)     Bila kecepatan orbit elektron 2,2x m/s, apakah gaya gravitasi tersebut cukup kuat untuk mempertahankan elektron tetap pada orbitbya?

Pembahasan:

A)      =6,67×1 =3,6 x 1

B)      = 9,1x/5,3= 8,31x

  1. Planet jupiter memiliki jarak orbit ke matahari yang diperkirakan sama dengan empat kali jarak orbit bumi ke matahari. Periode revolusi bumi mengelilingi matahari 1 tahun. Berapakah periode jupiter tersebut mengelilingi matahari?

Pembahasan:

RB        = R TB = 1 th

RJ = 4 R TJ = ?

Berdasarkan hukum III Kepler maka periode planet

dapat ditentukan sebagai berikut.

     TP    = 8 x 1 = 8 tahun

Soal untuk  no 8-9

Sebuah satelit mengorbit bumi dengan orbit berupa lingkaran. Hitung periode orbitnya jika:

  1. Satelit berada tepat di atas permukaan bumi!

Pembahasan:  r= 

=4

=2 = 5,06x

  1. Satelit berada 300 km di atas permukaan bumi!

Pembahasan:  r= 6370+300 = 6670km

=4

=4

== 5,43x s

  1. Dua bola masing-masing bermassa mA=20 kg, mB=45 kg ditempatkan pada jarak 100 cm. Satu bola lain bermassa mC=5 kg diletakkan diantara kedua bola. Jika bola C tidak merasakan gaya gravitasi dari bola A dan B, berapa jarak bola C dari A dan B?

Pembahasan:  mA: 20 kg        mB:45 kg         r:1 m

    

=

=                           

=                                      m

2 = 5x   x=5/2

 

Elastisitas, gerak harmonik sederhana

 

  1. Dalam sebuah buah percobaan di laboratorium fisika, sebuah beban bermassa 16kg digantungkan pada seutas kawat baja yang memiliki diameter 0,1 cm. Berapa persen kawat baja tersebut akan bertambah panjang? (modulus young baja= 20xN/)

Pembahasan:  mg/=16 x 9,8/2o

  1. Hitunglah beban maksimum yang boleh digantungkan pada seutas kawat baja yang luas penampangnya 4 , jika regangan yang terjadi tidak boleh melebihi 0,001. Modulus young baja 2xN/.

Pembahasan: E= =      F= =2 x 1

  1. Ikatan atom-atom dalam suatu material dapat dianggap sebagai pegas. Anggap terdapat 3 buah atom yang berdekatan dan saling berinteraksi. Dua atom yang terluar dianggap diam dan atom yang ditengah bergetar dengan frekuensi  Hz. Hitung konstanta gaya pegas jika masa atom=4x kg!

Pembahasan:

F= Hz         m=4x kg             = 4m

=  +  = k + k = 2k

= 4m =2(3,14(4×1)( =788,77 N/m

  1. Sebuah pegas digantung pada sebuah lift, ujung bawah pegas digantungi beban 40 gram. Jika lift dalam keadaan diam pegas bertambah panjang 8 cm. Pertambahan panjang pegas ketika lift bergerak ke atas dengan percepatan 2 m/ adalah…

Pembahasan: = 0,096 m

  1. Di dalam sebuah lift tergantung sebuah pegas yang konstantanya 400 N/m. Ujung bawah pegas digantungi beban  massanya 2 kg. Jika lift  turun dengan percepatan 4 m/s2, pegas akan bertambah panjang sejauh …….

            pembahasan:  k = 400 N/m

                                m = 2 kg

                                a = 4 ms-2

        ∆x = F/k                                               ∆x =0,02 m = 2 cm

                                ∆x = m.a/k

                                ∆x = 2.4/400

                                ∆x = 8/400

Soal untuk no 6-7

Dua buah gerak harmonik sederhana memiliki persamaan simpangan yang masing-masing adalah: =2 sin    =2 sin 0,5            (semua satuan dalam SI)

  1. Tentukan persamaan simpangan dari superposisi kedua gerak harmonik tersebut!

Pembahasan: y= y1+y2 = 4A sin  cm

  1. Tentukan simpangan superposisi setelah bergerak 1s

Pembahasan: t= 1s    y=4A sin  cm=4= 2 cm

  1. Sebuah pegas panjangnya 40 cm, jika diberi gaya sebesar 200N, pegas bertambah panjang 8 cm. Kemudian pegas dipotong menjadi dua bagian yang sama, dan keduanya diparalelkan. Berapa besarnya usaha yang dibutuhkan supaya pegas tetap bertambah panjang 8 cm, pada saat dipasang paralel?

.                 pembahasan:               F = 200 N

                                L = 4.10-1 m

                                ∆x = 8.10-2 m

 k = F/∆x                                                               k=k1=k2

                                K = 200 /8.10-2                                                      KP = 25.102 + 25.102 = 50.102 N/m

                                k = 25.102 N/m                  

                                                W = ½ . kp. ∆x2

                                                W = ½ . 50.102. (8.10-2)2

                                                W = 1600.10-2 = 16 N

  1. Dua pegas identik dengan konstanta gaya 400 N/m. Kedua pegas tersebut diparalelkan. Tentukan besar gaya yang dibutuhkan untuk menarik pegas sehingga bertambah panjang 5 cm!

Pembahasan:  k1=k2=400 N/m (pararel)

            ∆x = 5cm = 5.10-2 m

            k=k1+k2

            k=400+400

            k = 800 N/m

            F = k. ∆x                                F = 800. 5.10-2

            F = 40 N

  1. sebuah peluru bermasa 10 g ditembakan dalam suatu balok yang digantung dan masanya 1,49 kg hingga balok bergerak naik. Balok berayun hingga ketinggian 45 cm dan peluru bersarang di dalamnya. Jika g= 10 m/, berapa laju peluru saat ditembakkan?

Pembahasan:

mPvP=(mB+mP)v’

vP=450 m/s

 

Usaha dan energi

 

  1. Seorang petugas PLN bermassa 65 kg sedang menaiki tangga untuk memperbaiki jaringan listrik pada sebuah tiang listrik. Jika tangga terdiri dari 30 anak tangga dan panjang setiap anak tangga adalah 30 cm, berapakah usaha yang telah dilakukannya?

Pembahasan: W=Fs = mgs     s=w/mg =12000/(20×9,8)=61,2 m

  1. Sebuah mobil bergerak menempuh jalanan mendaki dan menurun seperti tampak pada gambar. Bila massa mobil dan penumpangnya adalah 1000 kg, tentukan energi potensial mobil ketika berada di B dan di C, bila ketinggian titik A sebagai bidang acuan (=0)

Pembahasan:

E=mg=100.9,8.10=9,8x

E=mg=-100.9,8.10=-1,47x

 

  1. Sebuah bola dilemparkan dari sebuah gedung yang tingginya 15 m. Kecepatan awal bola ketika dilempar sama dengan 15 m/s dengan arah 30 diatas garis horizontal. Berapakah kelajuan bola sesaat sebelum menumbuk tanah?(g=10 m/)

Pembahasan:

                        ½ x 15+10 x15 =           v=22,1 m/s

  1. Sebuah mesin penggerak digunakan untuk mengangkat sebuah benda bermasa 100 kg dengan kelajuan konstan 10 cm/s. Berapa daya yang dimiliki oleh mesin tersebut dinyatakan dalam watt?                       

Pembahasan:  P= Fv

                                       =mg

                           =100.9,8.0,1 =98 W

Soal untuk no 5-6

Dua buah alat penyedot debu memiliki daya masing-masing 1hp dan 0,5 hp.

  1. Berapa usaha yang dilakukan masing-masing alat ini dalam waktu 3 menit dinyatakan dalam joule?

Pembahasan: W1= Pt =746 . 180 = 1,34 x

                        W2= Pt =373 .180 =0,67 x

  1. Jika untuk menyedot debu dalam suatu ruangan kedua alat ini melakukan usaha 97 kJ. Berapa lama waktu yang diperlukan oleh masing-masing alat ini untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut?

Pembahasan: t1 = W/t =97000/746 = 130 s

                        T2 = W/t =97000/373 =260 s

  1. Sebuah mesin yang effisiensinya 80% memiliki daya masukan 600 W. Berapa besar kerja yang bisa dilakukan mesin ini dalam waktu 30 sekon?

Pembahasan:  =          = 80 % x 600 W= 480 W

                         480 x 30 =1,4 x

  1. Sebuah bola logam bermassa 0,4 kg diluncurkan ke tas pada lintasan melengkung dengan kelajuan awal 10 m/s. Bola mulai bergerak dari titik A dan berhenti di titik B. Lintasan AB kasar. Tentukan usaha total yang dilakukan gaya gesekan pada lintasan AB!(g=10 m/)

 – 0,5 x0,4x 10= -12 J

 

 

  1. Sebuah mobil yang massanya 2.000 kg bergerak dari keadaan diam hingga kecepatannya 72 km/jam. Tentukan usaha yang diperlukan untuk merubah kecepatan mobil tersebut.

Pembahasan :

Usaha yang diperlukan sama dengan energi yang dipunyai mobil saat ditinjau, yaitu Ek = ½mV2 = ½.2000.202 = 400000 joule

V = 72 km/jam = 72000/3600 m/s = 20 m/s

  1. Air terjun setinggi 2o m digunakan untuk membangkitkan listrik tenaga air. Setiap detik air mengalir 10 . Jika efisiensi generator 55% dan percepatan gravitasi g= 10 m/, hitung daya rata-rata yang dihasilakan!

Pembahasan:

Efisiensi =  = P/Ep

P          =   =     = Qgh

                                    = 0,55..10.10.20

                                    =1100 kW

 

Momentum dan impuls

 

  1. Sebuah bola baseball yang masanya 0,10 kg dilempar dengan kecepatan  20. Kemudian, bola tersebut membalik dengan kecepatan 50 m/s. Apabila kontak bola dan pemukul dalam waktu 0,01 sekon, berapakah impuls bola tersebut?

pembahasan

I= m(v2-v1 ) =0,1 (-50-20) =-7 Ns

  1. Sebuah peluru yang masanya m1=50 kg ditembakkan dengan kecepatan v1=200 m/s mengenai balok yang diam tergantunng pada tali 2 meter. Jika peluru tertanam pada balok dan naik setinggi h, tentukan berapa h dan energi kinetik yang hilang!

Pembahasan:

h=                

EK=  =1000 J          EK’=

= EK’-EK =1000-20=980

  1. Sebuah benda bermasa 4 kg dijatuhkan tanpa kecepatan awal dari ketinggian 62,5 m. Jika percepatan gravitasi bumi=9,8 m/, ketika menumbuk permukaan tanah, momentum benda adalah…

Pembahasan: p=m x v=4 = 4=140 kg m/s

  1. Sebuah batu 100 gram dilontarkan dengan sebuah alat sehingga melesat dengan kelajuan 20 m/s di udara. Batu tersebut mengenai sasaran benda lain yang diam dengan massa 10 gram. Kedua benda tersebut menjadi satu dan bergerak bersama-sama. Berapakah kecepatan kedua benda setelah tumbukan?

Pembahasan :

m1 = 100 gram = 0,1 kg

v1 = 20 m/s

m2 = 10 gram = 0,01 kg

v2 = 0

kekekalan  momentum

m1v1 + m2v2           = (m1 + m2) v’

v’                          = [m1v1 + m2v2] : [m1 + m2]

= [(0,1)(20) + (0,01)(0)] : [0,1+0,01]

= 2 : 0,11 =18,2m/s

Posisi B adalah 1/3 meter dari A atau 2/3 meter dari B

  1. Sebuah meteor bermassa 2000 kg yang bergerak menuju bumi menumbuk bumi dengan kecepatan 120 m/s. Jika masa bumi 6x kg. Berapa kecepatan bumi setelah tumbukan bila meteor akhirnya terbenam ke bumi?

Pembahasan:           v’=2000×120/(2000+6×1)= 4x 1m/s

  1. Sebuah benda bermasa 0,2 kg dalam keadaan diam dipukul sehingga bergerak dengan kecepatan 14 m/s. Jika gaya bekerja selama 0,01 sekon. Tentukan besar gaya pada benda!

Pembahasan: m = 0,2 kg

v1 = 0

v2 = 14 m/s

∆t = 0,01 s

F ∆t             = m(v2 – v1)

F (0,01)       = 0,2 (14 – 0)  

F        = 280 N

Soal untuk no 7-9

Sebuah balok bermasa 950 g diam diatas bidang datar dengan =0,1. Sebutirpeluru yang bermasa 50 g menumbuk balok tersebut. Kelajuan peluru saat itu adalah 50 m/s

  1. Jika peluru bersarang dibalok, tentukan laju balok seyelah tumbukan!

Pembahasan: mb = 950 gram = 0,95 kg

µk = 0,1

mp = 50 gram = 0,05 kg

vp = 50 m/s

mb vb + mp vp                           = (mp +  vp) v’

(0,95) (0) + (0,05)(50)  = (0,95+0,05) v’

0 + 2,5                            = v’

V’        = 2,5 m/s

  1. Kapan balok akan berhenti?

Pembahasan: .   ΣF = 0

F + fk = 0

F = – fk

ma     = -µk N

ma      = -µk mg

a        = -µk g

a         = -(0,1) (10)

a         = -1 m/ss (tanda minus menunjukkan gerak diperlambat)

balok berhenti berarti v1 = 0. Berdasarkan gerak lurus berubah beraturan maka v1 = v0 + at

v0 adalah kecepatan awal balok setelah tumbukan, yaitu v’ = 2,5 m/s, sehingga

 

0 = 2,5 – 1t

t = 2,5 s

  1. Dimana balok akan berhenti?

Pembahasan: x  = v0t + ½ at2

= (2,5) (2,5) + ½ (-1) (2,5)2

= 6,25 – 3,125

= 3,125 m

 

  1. Diketahui gas panas yang keluar dari roket mempunyai kelajuan 200 m/s. Tentukan besar gaya dorong sebuah roket yang mesinnya dapat menyemburkan gas panas hasil dari pambakaran dengan kelajuan 50 kg/s.

Pembahasan:

= 50 kg/s     v=200 m/s       =v = 50×200 = 10000 N

 

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

jus

All About jus…

Beruntunglah kalian yang suka mengonsumsi jus. Ternyata selain menyegarkan yang sedang haus, mendinginkan yang sedang panas(jika ditammbah es sich…) de el el, jus juga memiliki segudang khasiat lho… mau tau??? Mau tau aja apa mau tau banget? Hehehe… becanda gan….

Oke khasiat cethar membahana(pinjam kata-katanya mb’ syahrini) dari jus secara umum sebagai berikut:

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh (ga percaya????)
  2. Menurunkan kadar kolesterol (kelewatan mah kalo tetep g percaya…)

Sehingga secara tidak langsung bisa membantu yang lagi menjalankan progam diet sis…

  1. Melancarkan proses pencernaan. Karena sesuatu yang di jus materi nya udah lembut, pencernaan kita jadi gak repot ngolah lagi dech. Ada juga yang bilang kalo makanan yang di jus itu cepet keluar lagi, jadi yang pingin langsing silahkan dicoba…
  2. Sebagai antioksidan dan anti kanker (kalo ini tergantung apa yang kita jus)
  3. Membuat awet muda (like this!)

Bahan-bahan yang bisa di jus pun bermacam-macam. Bisa sayur, buah atau kombinasinya tergantung selera kaliyan. Jus bisa juga ditambah susu, madu, sirup, gula(tapi kalo aq enggak soalnya takut gemuk) de el el.

Ini nich aku kasih info jus-jus yang umum di konsumsi masyarakat;

  1. Jus apel.

Khasiat jus apel banyak gan. Bisa mengurangi nafsu makan, mengendalikan tekanan darahdan kadar gula dalam darah, pembersih racun dalam usus. Syaran ana nich.. kalo mau bikin jus apel, pilih apel yang manis soalnya kalo di jus biasanya rasa asemnya nambah.

  1. Jus alpukat

Khasiat jus alpukat adalah melembabkan dan mengencangkan kulit(yang g suka pakai body lotion boleh nich!!), membantu pembentukan sel darah merah, mencegah anemia. Sekilas info ya sis, kalo bikin jus alpukat enakan airnya rada banyak soalnya kalo ga gitu yang jadi bukan jus alpukat tapi bubur alpukat. Hehehe,,,

  1. Jus jeruk (mantap nich sambil makan bakso)

Khasiatnya memerangi infeksi, memperkecil resiki stroke dan serangan jantung serta mengatasi flu dan demam.

  1. Jus mangga

Khasiatnya mencegah bau badan, desinfektan bagi tubuh, membersihkan darah dan meremajakan sel.

  1. Jus pear

Khasiatnya pasti pada tau… umumnya sich dipakai ibu-ibu untuk mengurangi demam anaknya. Selain itu bisa juga untuk mengendalikan hipertensi, mengencerkan dan menghilangkan dahak serta mengatasi angguan lambung.

  1. Jus tomat

Khasiatnya mengontrol kadar gula dalam darah, menggiatkan funsi empedu dan hati serta memperbaiki stamina seks.

  1. Jus belimbing

Khasiatnya sis, menurunkan tekanan darah, mencegah dan mengobati sariawan dan mengencerkan dahak.

  1. Jus wortel

Khasiatnya tak diragukan lagi, yaitu untuk kesehatan mata. Yang suka mantengi lepy nich… kudu n harus coba. Meremajakan sel dan menghambat penuaan serta meningkatkan vitalitas seks.

  1. Jus jambu biji (ini nich mantap sis…)

Khasiatnya menurunkan kadar kolesterol, mencegah dan mengobati sariawan serta mencegah keropos tulang.

 

Hehe.. masih ada yang ogah-ogahan minum jus???

Info tambahan gan/sis, kalau kalian mau minum jus disaranin ga waktu pagi atau waktu mau mulai aktivitas karena tau ndiri kan kalau ntar jadi pinginnya buang air kecil melulu. Truz, jus yang udah di buat disaranin langsung diminum soalnya jus bakalan g enak kalo g langsung diminum, rasanya beda n campurannya juga g bagus lagi.

 

Oke sis/gan semoga infonya bermanfaat….

Posted in Uncategorized | Leave a comment

garuda didadaku
garuda kebanggaanku
kuyakin esok hari pasti menang
c’mon guest
satukan jiwa dan raga
n’tuk raih kemenangan yang tertunda
gepakkan sayap garuda
terbang stinggi asa
melanglang buana. I love indonesia
I love timnas
you did your best
indonesia proud with you.
ini adalah kemenangan yang tertunda,
tetap semangat dan jangan menyerah
krn kemenangan akan slalu ada selama indonesia masih berjaya

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment